Monday, July 14, 2014

Mencari Gebetan

BY Maya Pratiwi IN , No comments

Image source : aliexpress.com

Ada kolega yang pernah bilang "Hari gini masa ga punya pacar". Haha iya juga sih kalo dirasa-rasa. Anak SMP aja udah punya pacar lho. Ya meskipun paling bentaran doang uda putus dan nyari lagi. Iya kan gitu kalo masih kecil, pacar itu ya buat main-main doang. Buat suka-suka, sekedar temen jalan doang. Jarang banget yang langgeng, paling beberapa bulan doang habis itu putus. Kalo udah putus dapet laginya juga gampang. Kadang malah kayak tuker-tukeran pacar gitu sesama temen, atau gak ya kaya piala bergilir. Haha kocak

Ya mungkin karena mereka masih jauh kali ya dari kata "siap menikah", artinya mereka masih punya tanggungan sekolah yang panjang yang harus diselesaikan dulu. Jadi kalo punya pacar ya belom serius. Mungkin yaaa :p

Tapi suka risih gitu kalo hal ini masih terjadi sama orang-orang berkepala dua. Udah cukup umur tapi masih aja main-main. Flirting sana sini, dekatin yang itu trus yang ini. Hemm, ya itu hak mereka sih, mungkin mereka belum terlalu memikirkan pernikahan. Mungkin bagi mereka itu cara mereka menikmati hidup. Mungkin mereka masih ingin bebas. Mungkiiin

Dan rasanya jadi ilfil gitu kalo ada cowok yang tadinya ndeketin kita, trus kita tolak terus habis itu dia mundur dan udah ngincer orang lain. Rasanya itu kayak "Jadi dulu kamu ndeketin aku gak serius? cuma buat main-main kan?" atau semacam "Kok gampang banget nyari gebetan baru? Jadi kemaren ndeketin aku maksudnya apa?". Hmmm tapi kalo punya pikiran kayak gini agak kurang ajar juga. Ya kalo udah nolak yaudah sih, urusan apa coba kalo dia nyari gebetan baru lagi? salah siapa nolak. -_-
 

Tuesday, July 1, 2014

Bekerja itu membosankan

BY Maya Pratiwi IN , , , No comments

Image Source : movieboozer.com


Bekerja itu sangat membosankan. Iya sih tergantung pekerjaannya apa. Kata orang, jika mulai merasa bosan dengan pekerjaan, menandakan sudah saatnya kita resign. :p Hahahhaaha

Tapi memang kalau kamu termasuk orang yang mudah bosan, carilah pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan dirimu, benar-benar bikin kamu enjoy, dan emang pekerjaan yang kamu sukai. Jadi kamu gak gampang bosan. Perasaan bosan dengan rutinitas, dalam hal ini bekerja memang suatu saat bakal bikin kita jadi gak produktif.

Sebosan apa sih bekerja itu? Ya tergantung pekerjaannya apa sih. Kebosanan itu muncul bisa karena jenis pekerjaan yang kurang menantang, bisa jadi karena pekerjaan yang dilakukan selalu sama, atau bisa jadi secara keseluruhan karena rutinitas bekerja itu sendiri. Pagi-pagi bangun, berangkat, seharian dikantor, pulang-pulang udah sore, udah capek, makan, tidur malam, bangun pagi lagi, berangkat kantor lagi, begitu seterusnya. Bayangkan lagi jika kamu ada di perusahaan swasta besar yang mungkin cukup disiplin, tidak boleh terlambat, ijin harus jelas, kerjaan harus sesuai target, dan bla bla bla. Kebayang gak betapa sedihnya hidup kamu? Lalu apa yang harus dilakukan ketika kamu udah gak tau lagi gimana cara mengusir kebosanan kamu itu?

Rasanya gak ada waktu lagi untuk bersantai. 2 hari, sabtu-minggu itu rasanya terlalu singkat untuk menggantikan rutinitas 5 hari yang monoton. Kehilangan waktu untuk sesuatu hal yang tidak kamu sukai bukankah sesuatu yang memprihatinkan? 

Beda kalau pekerjaan kamu itu jenis pekerjaan yang kamu sukai. Bayangkan saja apapun itu. Mungkin kamu harus melakukan rutinitas yang sama, bangun pagi dan pulang sore. Tetapi kamu melakukan sesuatu yang kamu sukai. Rasanya tidak akan sia-sia kan? Rasanya seperti kamu mendapatkan sebuah soal matematika atau soal kimia, dan kamu mengerjakan soal itu selama berjam-jam, dan pada akhirnya kamu menemukan cara memecahkan soal itu. Puas pasti kan, Waktu yang hilang sebanding dengan hasil yang kamu dapatkan.

Iya, nikmatilah hidupmu, lakukan yang terbaik yang kamu bisa, dan berjuanglah untuk hal yang kamu inginkan .

Sunday, June 29, 2014

Tes TPA Bappenas

BY Maya Pratiwi IN , , , , , , , , No comments

image source : www.bappenas.go.id


Hari ini untuk pertama kalinya ikut tes TPA Bappenas. Untuk mengetahui apa itu TPA Bappenas lihat di sini. Berdasarkan cerita orang-orang yang pernah ikut tes ini, katanya sih lumayan susah makanya saya sengaja membeli buku soal-soal tes TPA untuk belajar.

Tes TPA Bapennas terdiri dari 250 soal yang terbagi ke dalam 3 subtes yang dikerjakan dalam waktu 3 jam. Tetapi ada batas waktu pengerjaan untuk tiap subtesnya. Dalam penilaian tidak ada sistem minus, jadi tembak saja kalau memang tidak tau jawaban benarnya :p. Skornya antara 200-800. Berikut ini adalah detail tiap subtes

  1. Subtes 1 : Tes Verbal atau bahasa. Jumlah soalnya 90 soal. Ada beberapa macam soal sebenarnya, soal sinonim, antonim, analogi, dan bacaan. Menurut saya tes ini yang paling sulit karena istilah yang yang muncul dalam soal terlalu "unik". Ada beberapa bahasa yang belum pernah saya dengar dan sebagian lainnya istilah-istilah seperti stomata, kondensasi, presipitasi, dan lain-lain yang sebenarnya bukan istilah yang asing didengar tapi kadang lupa. Untuk soal bacaan hanya ada 2 bacaan tapi salah satunya sepanjang hampir 3 halaman, jadi ya lumayan malas membacanya. Tipsnya adalah banyak membaca memang dan memahami istilah-istilah yang umum dipakai
  2. Subtes 3 : Tes Angka. Jumlah soalnya 90 soal. Tes angka ini tidak jauh berbeda dari tes angka pada umumnya. Cukup variatif dan penuh trik. Tantangannya adalah karena waktu yang terbatas, jadi memang harus sering berlatih agar bisa mengerjakan dalam waktu singkat. Tipsnya selain banyak berlatih juga pahami bilangan kuadrat seperti misalnya hasil dari 25^2, 16^2, dll. Mungkin perlu berlatih juga untuk mencari hasil akar-pangkat-selain-dua dari suatu bilangan. Misal akar pangkat lima dari bilangan tertentu. Dan banyak muncul soal dengan persen, misalnya seperti 40% dari 0,10 + 30% dari 0,27. Juga banyak soal mencari hubungan x dan y, misalnya diketahui suatu persamaan dan ditanyakan apakah x>y atau x<y atau x=y atau tidak dapat disimpulkan. 
  3. Subtes 3 : Tes Penalaran. Ini adalah bagian tes yang paling mudah menurut saya. Ada tes kesimpulan, ada yang berupa soal cerita seperti misalnya menentukan urutan dengan aturan tertentu, dan soal gambar. Soal gambar yang paling banyak muncul adalah gambar 3 dimensi berpola yang di putar-putar.
Ya jadi intinya, tes TPA Bappenas ini sebenarnya mirip dengan buku soal-soal tes TPA yang dijual  di toko buku. Tantangannya adalah karena masalah waktu. Tiap subtes memiliki batas waktu tertentu sehingga apabila waktu habis, Anda harus berpindah ke subtes selanjutnya. Atau jika waktu belum habis, Anda tiak boleh berpindah pada subtes selanjutnya. Dan di ruang tes ada sekitar 5 pengawas kalau tidak salah yang mondar-mandir mengawasi sekitar 100 peserta tes. 


Yaah persiapkan matang-matang sebelum tes. Lumayan kan sekali tesnya 325ribu :p dan semoga hasil tes TPA saya tidak mengecewakan, amiin :)

Friday, June 27, 2014

Jika aku punya anak

BY Maya Pratiwi IN , , , , No comments

Image souce : googirl.jp


Selama ini aku dengar cerita tentang remaja dan seks itu hanya dari berita-berita di media. Aku tau aku tidak akan melakukan hal sejauh itu betapapun nakalnya aku. Aku masih ingat orang tuaku, keluargaku adalah keluarga baik-baik, mereka peduli denganku. Selama ini aku pun punya teman-teman yang baik, ya sesama anak-anak rumahan yang hanya berani keluar malam sesekali saja dan selalu minta ijin pada orang tua ketika akan pergi jauh. Selama hampir 18 tahun aku berada dilingkungan yang terjaga, aku masih berada dibawah pengawasan keluargaku.

Sampai akhirnya aku masuk kuliah, aku mulai hidup dilingkungan yang baru. Tempatku jauh dari orang tua, aku lihat bagaimana cemasnya ibuku melepasku ke Bandung. Dan akhirnya sekarang aku bekerja di Jakarta dan sendirian. Kehidupan yang baru, lingkungan yang berbeda. Aku belajar menjaga diriku sendiri, belajar untuk berpikir apa yang baik dan tidak baik untukku. Sekalipun aku melakukan hal-hal diluar kebiasaanku (bolos, pulang malam, atau lainnya) aku masih bisa mengontrol diriku. Aku ingatkan diriku agar tidak boleh ada orang lain yang aku rugikan karena perbuatanku selain diriku sendiri.

Seks yang aku tau selama ini hanya sebatas pelajaran biologi saat SMA. Dan selebihnya aku tau dari "gurauan" teman-temanku. Aku tidak terlalu mempermasalahkan sebenarnya jika teman sebayaku mengucapkan kata-kata "jorok" atau membicarakan tentang seks, toh aku juga sudah cukup umur untuk mengerti hal-hal seperti itu. 

Tapi...

bagaimana jika itu semua tidak hanya sekadar obrolan? Jika itu semua tidak hanya ada di imajinasi mereka? bagaimana jika mereka benar-benar melakukannya?

Tiba-tiba aku berpikir, bagaimana jika nanti aku punya anak?

Apa yang bisa aku lakukan untuk menjaga mereka? Apa yang harus aku lakukan agar mereka bisa menjaga diri mereka ketika jauh dari orang tua? Bagaimana caraku untuk mengambil hati mereka agar mereka tidak lepas menuju arah yang salah? Bagaimana caranya mengajari mereka sebuah keimanan yang harus mereka pegang teguh?

Aku tidak tau tapi menurutku, senakal apapun kita saat ini bukankah kita tidak ingin anak-anak kita mengulanginya? Bukankah kita ingin anak-anak kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari diri kita sekarang? Coba pikirkan hal itu, pikirkan masa depan, pikirkan anak-anakmu nanti. Jika kamu ingin menjadi orang tua yang baik, mulai lah dengan menjadi anak yang baik. Jika kamu ingin memiliki anak-anak yang baik, mulailah memperbaiki dirimu sekarang.






Thursday, June 26, 2014

Bulan Puasa

BY Maya Pratiwi IN , No comments


Jadwal Imsakiyah

Pagi ini sekitar jam 9an, tiba-tiba di kantor datang segerombolan anak-anak main rebana dan nyanyi "Selamat datang ramadhan, ... .... ..." ga tau deh terusannya apa. Hahahaa rame banget, orang-orang selantai langsung pada berdiri dan ngeliatin senyum-senyum. Anak-anak ini ngebagiin goody bag yang isinya buku ramadhan dan jadwal buka-imsak selama ramadhan.

Aaah ga terasa ya, puasa tinggal beberapa hari lagi. Semoga kita semua masih diberi panjang umur sampai bisa bertemu lagi dengan idul fitri, amiiiin :)

Suasana bulan ramadhan itu emang beda banget. Rasanya khas banget. Dari iklan sirup di tv, penjual es yang buka sore hari, suasana ngabuburit, taraweh, semuanya khas banget. Banyak hal yang muncul selama bulan puasa dan gak akan kamu dapetin di bulan-bulan biasa. Bikin kangeeeeen >.<

Apalagi ditambah ini pertama kalinya aku menjalani puasa di Jakarta dan sendirian. Kalo tahun-tahun sebelumnya, waktu SMA dan kuliah meskipun sama-sama ngekos, tapi aku masih punya banyak temen. Sedangkan di Jakarta ini rasanya kayak sendirian. Temen-temen kantor sebagian besar rumahnya di jabodetabek, kalo yang ngekos pun kosan kami berjauhan. Gak bisa lagi seru-seruan masak bareng buat sahur atau sholat taraweh rame-rame dikosan :(

Oke gak papa, semoga ramadhan tahun ini di Jakarta gak kalah seru dengan ramadhan sebelumnya :D