Beberapa orang bertahan hidup karena harus menghidupi yang lainnya. Beberapa bertahan hidup karena merasa diberi kesempatan kedua. Yang lain bertahan hidup karena masih mengharapkan sesuatu. Kalau kamu karena apa?
Haus juga ya baca buku ini. Karena sepanjang cerita banyak cuplikan minum kopi dan menyesap rokok 😂. Saking aku menghayati ceritanya jadi rasanya butuh air mineral untuk mengguyur tenggorokanku yang pahit kebanyakan kopi saset.
Well, aku suka banget dengan gaya penulisan Brian Khrisna. Ringan dan banyak mengumpat. Ini yang membuat buku ini terasa hidup. Menceritakan tentang pencarian makna hidup dengan seringan ini rasanya sepadan kalau buku ini menyematkan logo Mega Best Seller di cover bukunya.
Buat kamu yang lagi mencari makna hidup, yang sedang kehilangan arah, yang hidupnya terasa sepi, hampa, tak bertujuan, atau bahkan mungkin ingin mengakhiri semuanya, mungkin kamu harus baca buku ini dulu. Dia gak akan ngasih kamu tips cara bertahan hidup atau nasehat untuk menemukan kembali makna hidupmu. Ia hanya akan mengisahkan cerita hidup Ale, pemuda 37 tahun yang ingin bunuh diri karena merasa hidupnya sepi dan tidak berarti. Sisanya harus kamu baca sendiri.
Banyak banget kutipan dan adegan-adegan unik yang menghidupkan, sayangnya ini buku pinjaman jadi gak bisa aku warnai menggunakan stabilo. Seperti misalnya penjual kerupuk bangka buta yang bisa bahasa inggris. Agak kaget tapi juga merasa, kenapa kaget? Emang gak boleh? Seperti yang aku tulis di kalimat pertama paragraf ini, banyak adegan unik. Adegan yang sepotong-potong tapi pesannya tetap tersampaikan. Ini membuat novelnya terasa hidup karena sebagai pembaca, aku tidak dipaksa untuk tau semua hal dibalik ceritanya. Mengutip kata-kata Brian Khrisna di buku ini, "serba taksa dan penuh enigma."
Apalagi yang aku suka? Ceritanya tidak berakhir seindah karya fiksi lainnya. Di akhir cerita, Ale juga tetap tidak dipedulikan oleh teman-teman dan keluarganya. Tubuh yang ia pikir selalu membawa masalah juga tidak berubah menjadi lebih baik. Sama lah dengan hidup kita semuanya. Tidak ada masalah yang benar-benar hilang. Ia tetap ada di sana, mengawasi kita seperti semestinya ia berada. Hanya saja cara pandang kita berubah sehingga masalah tak lagi terasa menyakitkan.
Ayo cepet baca.
Ini beberapa kutipan yang semoga menginspirasimu untuk membaca buku ini :
💗Setiap manusia seharusnya tidak perlu meminta orang lain untuk mencintainya atau bahkan sampai memohon agar dicintai. Sebab, dihadapan orang yang tepat, lo gak perlu memohon apa-apa. (Hal 102)
💗 Apa burung pipit itu makhluk yang jahat karena memberi makan anaknya dari hasil mengambil pada yang ditanam petani? (Hal 106)
💗 Kalaupun itu gak lebih baik, setidaknya saya yakin itu bisa membuat saya lebih bahagia. Yang terbaik itu gak selalu jadi yang paling membuat bahagia. (Hal 129)
💗Hidup tuh seperti layangan. Semakin kita tarik, dia malah semakin tinggi. Namun semakin dilepas, dia malah akan jatuh. (Hal 165)
💗Tidak ada kata-kata yang tepat untuk melarang orang bunuh diri. Memintanya tetap hidup akan terdengar egois. Mendorongnya untuk mati pun tidak elok. (Hal 190)
💗Hidup mau sebahagia apa juga pasti mati, hidup susah pun bakal mati juga. Jadi saran saya, sebagai orang yang hidupnya selalu dalam kegelapan, ya hidup saja. (Hal 191)
💗Yang paling penting bukanlah selalu tentang apa yang kita lihat, melainkan bagaimana cara kita merasakan hidup. (Hal 192)
💗Bertahan dan tetap hidup adalah pencapaian besar untuk orang-orang seperti kita. (Hal 194)
💗Hidup itu seperti pertandingan tinju. Kekalahan tidak ditentukan ketika kamu jatuh, tetapi ketika kamu memutuskan untuk tidak bangkit lagi. (Hal 195)


