Tapi apa yang membuatnya bagus?
Jujur, ketika aku melihat buku ini di salah satu toko buku, yang membuatku tertarik bukan karena ia berada di deretan buku best seller tapi justru karena judulnya.
Kenapa pohon semangka? Apa yang menarik dari pohon semangka? Aku gak yakin semangka itu pohon, bukannya dia merambat? Kenapa tidak menjadi bunga matahari saja yang lebih populer? Bahkan di cover bukunya bisa kamu lihat sudah ada bunga matahari juga kan?
Dan yang menarik lainnya adalah karena penulisnya seorang Psikiater. Aku mencoba menebak kalau buku ini pasti ada hubungannya dengan mental health, self development, atau mungkin karena penulisnya psikiater mungkin isinya akan tentang bagian-bagian otak dan cara kerjanya, hormon manusia atau cara menghubungkan neuron otak?
Hehe sotoy.
Ya karena dari beberapa buku tentang mental health atau self development yang pernah kubaca, semuanya menceritakan tentang tips dan trik cara kita melakukan sesuatu atau menghadapi sesuatu, atau menceriatakan alasan saintifik dibalik kerja otak dan yaa pengetahuan-pengetahuan sejenis itu. Paham kan maksudku? Tapi buku ini sepertinya berbeda karena judulnya ada kata-kata "Seorang Wanita", seakan isinya menceritakan kisah seorang wanita. Iya gak sih?
Hhhmmmm kalau judulnya seperti itu sepertinya akan seperti novel yang menceritakan kisah seseorang ya? Tapi gimana ya cara penulis menyisipkan konten mental healthnya, self help atau self developmentnya atau apapun itu yang mencerminkan pekerjaan psikiater?
Loh kok makin sotoy.
Padahal dokter Tompi juga bikin lagu bukan tentang operasi plastik atau kisah melawan acne prone 😂.
Yaa begitulah.
Intinya sih dari kesemua hal itulah aku jadi penasaran sama buku ini.
Dan ternyata benar dong, ini kisah hidup seseorang! Tapi ada pesan-pesan mental healthnya gituu. Fix Menarik!
*spoiler alert*
Apakah seperti novel?
Ya mirip tapi kisah hidup wanita yang ingin jadi pohon semangka itu sebetulnya untuk membantu memberi konteks saja. Konten sesungguhnya memang fokus pada pesan-pesan berkaitan dengan mental health atau self help yang ingin disampaikan sama penulisnya, bukan fokus pada cerita hidup wanitanya. Jadi jangan kamu bayangkan buku ini sebagai novel yang akan full menceritakan kisah pemeran utama.
Apa isinya?
Secara umum menceritakan sesi konseling seorang wanita dengan dr Andreas. Karenanya, aku jadi paham konteksnya lagi ngomongin apa sih ini. Dan dari awal hingga akhir buku masih menceritakan kisah satu orang saja. Aku jadi dapet full story.
Eh ada sih penggalan-penggalan kisah lainnya cuma ya balik lagi, kisah-kisah itu cuma ngebantu ngasih konteks saja biar pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah dicerna sama kaum-kaum kaya aku ini.
Jadi cerita awalnya ada seorang wanita yang dateng ke psikiater karena kecewa sama hidupnya. Lalu diceritakan juga cuplikan diskusi dan obrolan di ruang konseling yang disertai insight-insight dari dokter Andreas yang gak cuma membuka mata wanita itu tapi aku yakin membuka mata seluruh pembacanya. Hingga akhirnya diceritakan bahwa si wanita ini bisa ngerasa hidupnya meaningful lagi. Semua rangkaian peristiwa itu diceritakan dengan runut, ringan dan menurut aku insightful banget.
Duh emang obrolan di ruang konseling dengan orang yang tepat itu seru banget deh!!💓
Kutipan menarik?
Ini beberapa kutipan yang semoga bisa membantu meyakinkanmu untuk baca buku ini juga. Aku coba kategorikan sendiri sesuai bagian yang aku rasa aku temukan di buku ini :
❤ Kecewa : Kalau hari-harimu terasa berat, memang "kita butuh orang jahat untuk disalahkan dalam hidup kita" (hal 38). Jangan cuma selesai disini, baca lagi kelanjutannya di buku dan aku yakin bisa mengubah caramu melihat masalahmu yang berat itu.
❤ Mencari bahagia : definisi bahagia dalam 3 kata, "Tiap orang berbeda" (hal 51), "Menemukan rasa takjub" (hal 61), "Menikmati jalannya waktu" (hal 66). Definisi mana yang menurut kamu pas banget?
❤ Menyesali hidup : "Maka berhentilah untuk melihat suatu pilihan sebagai baik atau buruk. Cobalah untuk melihatnya sebagai pilihan yang disadari atau tidak disadari" (hal 133). Part ini sungguh menampar.
❤ Bertahan : "Tidak apa, bila yang bisa kamu lakukan hanya bertahan. Seseorang sering disalahkan ketika seolah tidak melakukan apa-apa. Padahal, di dalam dirinya, dia melawan arus yang begitu kuat." (hal 165)
❤ Menerima : "Dalam filosofi Jepang, wabi-sabi mengajak kita untuk menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan." (hal 185) Apa itu wabi-sabi? Baca sendiri deh di bukunya 😉. Tapi quote yang aku suka karena relate banget sama aku, "Kamu boleh jadi perfeksionis" (hal 186). Hahahaha, ini sih memvalidasi hobi dan beban hidupku sendiri. Cuma banyak syaratnya kalo kata dokter Andreas 😔.
Sudah, jangan terlalu banyak spoilernya. Aku janji kamu gak akan nyesel baca buku ini. Tapi jangan pinjem punyaku karena aku pelit.

0 comments:
Post a Comment
Hai, terima kasih sudah membaca.
Silakan tinggalkan komentar kamu disini.
Jangan lupa centang "Notify Me" yaa agar kamu bisa menerima balasan dari saya
Terima kasih :)