Thursday, October 19, 2017

LDM dan aku masih bertahan bekerja

BY Maya Pratiwi IN , , , , No comments


2 Tahun berlalu sejak aku dan kakak menikah :D dan kami masih LDM Bandung-Magelang. Banyak yang sudah kami lewati, banyak yang sudah terjadi. Meskipun mungkin tidak sebanyak pasangan lain diluar sana yang LDM lebih lama dari kami.

Tidak memungkiri, banyak temenku yang nanyain
“Kok ga suamimu aja yang pindah Magelang?”
“Kok kamu ga resign aja?”
“Suamimu ga nyuruh kamu resign?”

Banyak sih yang nanyain. Sebenernya kalo aku jadi mereka juga pasti aku penasaran sih dan akan mengajukan pertanyaan serupa :D

Saat ini aku di Magelang hanya berdua dengan anakku yang sudah berusia 13 bulan, bulan ini. Selama aku kerja, ada sih yang mengasuh anakku, tetangga jauh di Magelang. Tapi si ibunya gak nginep. Jadi kalo malam aku cuma berdua dengan anakku. Yaa jangan tanya deh, pasti repotnya, pasti rempongnya, pasti capeknya juga J
 
image source : workingmother dot com

Tapi aku masih bertahan juga ya hahaha. Sebenernya keinginan resign pasti ada lah ya. Saat aku galau, saat lagi sedih, saat lagi kangen suami dan keluarga, saat lagi super capek, rasanya pengen resign aja dan nyusul suami ke Bandung. Tapi jujur aku belum berani resign. Aku tau tugas utama wanita adalah berbakti sama suami. Dan menurutku, aku masih bekerja saat ini adalah salah satu bentuk rasa baktiku pada suamiku. Insyallah niatku ibadah. Aku berusaha tidak melupakan peranku dirumah sebagai ibu dan Istri. Aku tetap memasak untuk anakku, sepulang kerja aku habiskan waktu untuk bermain dengan anakku. Aku berusaha Anakku selalu mendapat pelukanku. Aku tidak segan untuk cuti atau pulang cepat saat memang diperlukan. Begitupun dengan suamiku, aku berusaha saat suamiku dirumah, waktuku benar-benar untuk keluargaku.

Tidak menafikkan ya, salah satu alasanku belum resign adalah karena masalah financial. Keluargaku perlu penghasilan. Juga karena mencari pekerjaan tidak mudah, mengingat tempat kerjaku saat ini sudah sangat baik menurutku. Tapi lebih dari itu, aku masih punya semangat dan kemauan untuk bekerja di perusahaanku. Aku masih punya kemauan untuk berkontribusi, aku masih ingin berjuang untuk kesuksesan perusahaanku. Makanya aku berusaha untuk tetap bekerja dan saat ini dalam proses pengajuan mutasi kerja yang seingatku sudah setahun belum terealisasi J. Kecuali jika management berkata lain, mungkin akan aku simpan saja semangatku dan yok resign aja HAHAHA :D

Suamiku juga gak maksa aku resign sih, beliau cukup demokratis untuk mengijinkanku memilih. Dan yang penting suamiku memastikan bahwa aku baik-baik saja dengan keputusanku, mau resign mau tetep kerja yang penting semua aman. Keluarga aman, anaknya aman, mamaknya aman, bapaknya aman, kerjaannya juga aman :D

Dan yang pasti, kami masih dalam perjuangan menggapai mimpi sih ya hehe. Aku bertahan di pekerjaanku sekarang karena ada tujuan yang mau aku capai. Aku dan suamiku masih punya cita-cita untuk melanjutkan kuliah. Kami punya cita-cita agar anak kami bisa mengerti apa artinya berjuang. Berjuang meraih cita-cita, berjuang menyelesaikan tanggung jawab, berjuang menjadi orang tua yang baik, dan perjuangan perjuangan lainnya. Kami berusaha tidak meninggalkan peran kami dan tidak melepas mimpi kami.

Yaah intinya gitulah. Semangat ya momi momi yang masih bekerja, ikuti kata hati ajasih yang penting jangan ada penyesalan :D. Kalo aku pribadi, saat ini yang aku yakini adalah tetap bekerja. Aku gak mau keputusanku untuk resign hanya egoku sesaat, aku gak mau nantinya aku menyesal dan malah jadi gak berkah untuk keluargaku. Ya semoga saja yang aku yakini sekarang adalah benar, bukankah manusia berjuang untuk sesuatu yang dia yakini benar? :) 

Semoga Allah selalu meridhoi langkah kita. Semoga kita dijauhkan dari putus asa dalam berikhtiar. Semoga yang kita yakini baik, baik pula menurut Allah. Amin


Friday, October 13, 2017

Usaha

BY Maya Pratiwi IN , , , , , No comments

Saat ini saya sedang dalam proses berjuang. Berjuang untuk bisa tinggal serumah dengan suami, lebih tepatnya berjuang ngurus mutasi kerja ke Bandung ke management perusahaan tempatku bekerja. Seperti yang sudah saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya, takdir itu pasti ya tapi soal ikhtiar menurut saya beda. 

Ternyata proses pengajuan mutasi saya tidak semulus yang saya kira, pun tidak semulus beberapa temen saya yang lain, meskipun ada juga yang perjuangannya lebih berat. Saya harus bolak-balik mengupayakan berbagai cara. Saya tau beberapa rekan kerja saya, dari cara mereka merespon saya, merespon cerita saya, merespon apa yang saya lakukan pasti mikir saya "rempong banget", "gak sabaran", "terlalu berambisi", dll. Semoga hanya prasangka saya tapi kadang risih juga sih hehe.

Balik lagi, yang pernah berjuang pasti tau. Ketika saya masih punya harapan besar, semangat saya masih membara. Ibaratnya, jarak akan saya tempuh, lautan akan saya sebrangi untuk mencapai apa yang saya inginkan. Karena tentu saja, manusia berjuang untuk sesuatu yang diyakininya benar, bukan untuk sesuatu hasil "penerawangan orang pinter". Kalo saya tau takdir saya bukan di Bandung, mungkin saya ga akan bersusah payah untuk berusaha kesana kemari. Kenyataannya saya gak tau kan takdir saya seperti apa. Dan ketidaktahuan saya tentang masa depan justru membuat harapan saya terus ada dan semangat saya semakin membara. 

Beruntungnya saya punya suami yang percaya pada mimpinya. Kami adalah orang-orang yang punya mimpi, yang punya harapan. Suami saya gak pernah lelah memberi saya semangat, gak pernah lelah mensupport saya. Iya suami saya nyuruh saya sabar, iya suami saya nyuruh saya berdoa, iya suami saya nyuruh saya banyakin ibadah, tapi gak berhenti disitu, suami saya selalu mensupport saya untuk ga lelah berusaha, gak lelah follow up kesana-sini, mensupport saya untuk tidak "diam saja". Karena balik lagi, keputusan saya dan suami untuk tinggal dan menetap di Bandung bukan hanya sekadar ego kami, bukan hanya sekedar keinginan tapi keputusan. Kami punya alasan, kami punya mimpi, kami punya tujuan. Kami gak mau hidup kami mengalir gitu aja. Mungkin bagi sebagian orang, hidup di Magelang adalah pilihan yang lebih baik dari pada tinggal di Bandung yang macet dan padat penduduk. Tapi kami punya pilihan, kami punya tujuan, kami yakin dengan apa yang kami yakini saat ini. Dan semoga apa yang kami yakini benar ini sama dengan takdir Nya. Amin

Thursday, September 7, 2017

Latihan Nyetir - Part 2 (Les di LP3 Interbank Magelang)

BY Maya Pratiwi IN , , , , , 2 comments

Setelah memutuskan untuk ambil les setir mobil di LP3 Interbank Magelang, aku langsung ambil paket 8 kali pertemuan seharga 700rban (harga pastinya lupa) dibayar dimuka. Sesuai arahan mbak Lili, adminnya, untuk pertemuan pertama dan kedua sebaiknya ambil masing-masing 1 jam dulu biar gak capek. Dan saat  pertama daftar aku langsung diminta booking jadwal les, jadi ngisi jadwal les hari apa dan jam berapa sesuai jadwal kosong instrukturnya. Di saat pendaftaran itu juga bisa milih pengennya les sama siapa. Di Interbank ada 3 jenis mobil, Jazz (khusus matic), Ayla dan Brio untuk yang manual. Karena jadwal Brio udah penuh, saya pilih Ayla dengan instrukturnya pak Prono.

Hari Pertama (1 jam)
Hari Pertama berangkat ke tempat les udah deg-degan parah >.< . Rasanya pengen ga jadi aja tapi terlanjur bayar lunas. Huaaah setelah minta doa dan restu dari suami, akhirnya aku berangkat ke tempat les. Kata Pak Prono, biasanya latihannya di jalan disekitar SMA 5 Magelang, tapi karena lokasi sedang digunakan akhirnya belajarnya di depan GOR. 

Hari pertama pengenalan mobil dulu, pengenalan dashboard mobil, lampu-lampu, kapan pake hazard, apa artinya lampu kota, dim, fungsi wiper, lengkap. Setelah itu belajar maju dan belok. Nah intinya kalo di mobil manual sih tiap masukin gigi harus kopling penuh, mau ngerem juga kopling penuh dulu. Kalo kata Pak Prono, enak atau enggaknya kita bawa mobil itu kuncinya di kopling. Kalo bisa ngendaliin kopling, pasti bawa mobilnya bisa mulus. Dan aku baru tau kalo udah masuk gigi satu, saat nglepas kopling itu mobil bisa bergerak maju tanpa nginjak gas hehehe. 

Ternyata gampang ya haha. Tanpa terasa satu jam telah berlalu, aku sudah berhasil mengendarai mobil  \(>.<)/ 

Hari Kedua (1 jam)
Hari Kedua, aku dibawa ke sekitar SMA 5 Magelang. Di hari kedua ini mengulang materi sebelumnya, jalan lurus dan belok arah. Materi Tambahannya adalah oper kopling dari gigi 1 ke gigi 2 dan dari gigi 2 ke gigi 1. Hari kedua ini juga diajarin belok arah di Jalur yang bersekat (U Turn) dan di jalan lebar. Kali ini aku masih bisa ngikutin juga :D. Menjelang akhir sesi, diajarin memulai menjalankan mobil di tanjakan kecil. Sebenernya bukan tanjakan banget sih, kasat mata kayak datar tapi ternyata mobil bisa bergerak mundur kalo ga di handrem. Nah ini lumayan ada tekniknya nih. 

Ada 2 untuk menaklukan tanjakan kecil, pake rem kaki atau pake rem tangan (handrem). Intinya sama sih, rem dulu (bisa rem tangan atau bisa juga rem kaki), kopling penuh, masuk gigi 1, angkat kopling tapi jangan dilepas, tahan kopling (istilahnya setengah kopling) sampe mobil bergetar, saat terasa getaran mobil baru deh lepas rem. Selama latihan lancar semua sih Alhamdulillah. Namun entah apa yang terjadi pas test drive bareng keluarga, mesinnya mati mati terus, kan malu :(. Tapi pengaruh banget sih menurutku, pas bareng instruktur rasanya nyaman gitu, giliran bareng keluarga ada aja yang komentar teruus >.< jadinya grogi banget

Hari Ketiga (1 jam)
Hari ketiga ini kalo kata pak Prono sih mengingat lupa :D, ngulang lagi pelajaran sebelumnya dan ditambah tantangannya adalah manuver pake gigi 2. Hehehe hampir aja terjadi tragedi, karena pake gigi 2 dengan kecepatan yang gak lambat, putar arahnya harus dilakukan dengan cepat, tapi aku belum dapet feelnya, jadilah mobilnya ga belok arah tapi belok doang. Untung ada tuas cadangan jadi Pak Prono langsung sigap nginjek rem :p. Tapi ya ga papa sih, bagian dari belajar lah ya hehe. 

Nah serunya lagi belajar bareng pak Prono, dihari ketiga ini aku belajar bawa mobil biar jalan mundur. Munduuur terus berliku-liku menyusuri trotoar. Maju lagi, mundur lagi. Ini penting banget sih menurutku karena kita ngendaliin pantat mobil kan. Kalo setir kekiri yang akan belok kiri pantat mobil, begitu juga kalo setir kekanan. 

Trus diakhir sesi mulailah materi paling sulit nih, memulai mobil ditanjakan tinggi. Maksudnya tanjakan tinggi tuh tanjakan yang agak curam, yang pasti banget mobil bakal ngeloyor mundur kalo gak di rem. Duuuh parah deg-degannya. sebenernya kalo tekniknya sih sama kayak tanjakan kecil tapi kalo ditanjakan tinggi harus pake handrem. Jadi kaki kiri injak kopling, kaki kanan injak gas. Injam gas stabil, besarnya gas yang kita injak bisa diliat di RPM meter atau disebut juga tachometer, kmaren sih pak Prono bilang, injak sampe RMP Meter stabil di angka 3. Injak gas stabil sambil pelan-pelan lepas kopling. Saat mobil mulai bergetar, lepas handrem. Meskipun super grogi tapi Alhamdulillah bisa juga. Tapi ya gituu udah injak gas tapi masih grogi pas nglepas kopling wkwkwk 

Daaan lagi lagi pas dirumah belajar mobil lagi sama abang dan suami, gagal maning >.< mesinnya mati terus. Aku sampe heran ini faktor aku yang grogi, aku yang ga bisa, atau mobilnya sih? huuhuu. Tapi lagi-lagi harus menyadari bahwa belajar emang gitu ya salah salah dikit ya wajar kali yaa. 

Mengakhiri pertemuan hari ketiga, pak Prono minta aku untuk bawa mobil dari tempat latihan di SMA 5 sampe ke lokasi les di Jl. A. Yani. Uhuuuy pengalaman pertama banget bawa mobil di jalur ramai, dan Alhamdulilah lancar semua sih ehehehe

Hari Keempat (1 jam)
Di hari keempat ini materinya tinggal satu yaitu belajar parkir. Lumayan susah sih karena harus liat pantat belakang yang nun jauh disana hahaha. Tapi yasudahlah seiring berjalannya waktu pasti mahir juga kan yaa :'). Karena materi sudah selesai, akhirnya jadwal pertemuan ke-4 ini adalah muterin Kota Magelang. Dari Gor, lewat Untidar, Jl. A. Yani, Pecinan, Giant, Jl. Tentara Pelajar, Alun-alun trus selesai deh sampe lokasi les lagi. Fiuuuh bahagianya hatikuu hihihihi

Hari Kelima (2 jam)
Naah dihari kelima ini udah mulai deh diajak touring hehehe. Sesuai requestku, pak Prono ngajakin lewat Bandongan yang jalan naik turun gitu hihi. Dan karena requestku juga, aku boleh ngajakin suami. Suami duduk dibelakang. Niatku sih mau pamer emang wkwkwkwk. Mau membuktikan progress belajar nyetirku :p

Aku bawa mobilnya masih takut-takut jadi lebih sering terlalu kekiri sampe beberapa kali mau nyenggol papan nama gitu hehehe. Pernah sekali di jalan tanjakan kecil pas lagi macet, mesin mati pas mau jalan lagi, tapi langsung teratasi. Yang paling seru waktu nglewatin pasar, dipasar kan ramai banget, jalannya penuh sesak jadinya bawa mobilnya harus super hati-hati, salah-salah nyenggol pantat ibu-ibu kan bisa panjang urusannya :(. Tapi secara umum sih perjalanannya Alhamdulillah lancar. Makin pede deh akika :D

Perjalanannya lumayan jauh sih, dari lokasi les langsung ke arah bandongan sampe kali angkrik. Terus di pertigaan yang kalo ke kanan ke wonosobo, kami ambil yang lurus ke arah purworejo. Ya sudah menyusuri jalanan berkelak kelok naik turun tapi masih relatif sepi sih. Masuk jalan ramai ya pas sampe di Jl. Magelang Purworejo. Itu juga aku tetap jalan pelan-pelan hehe. Sampe akhirnya sampai ke tempat les lagi ngabisin waktu sekitar 2 jam :p lama juga yaa


Hari Keenam (2 jam)
Di hari keenam ini alias hari terakhir, karena bertepatan dengan hari Karnaval di Magelang jadinya pak Prono ngajakin ke jalur sepi. Karena aku juga orang perantauan di Magelang, aku ga hapal sih nama daerahnya, tapi yang jelas ke daerah yang cantiiik banget pemandangannya :D. Pokoknya kearah grabag sana deh. 

Yah begitulah teman-teman, menurutku lesku ini sangat mengesankan. Beruntungnya aku karena dapet instruktur yang super baik, enak diajak ngobrol, sabar, dan bisa membangun suasana yang nyaman :D

Foto Hari Terakhir Les bareng Pak Prono


Tapi kalo nyetir sebenernya yang paling penting sering latihan sih ya. Jam terbang harus tinggi. Kalo modal les doang sih emang belum mahir banget, tetep harus latihan secara konsisten kan :D. Dan Alhamdulilah aku dan keluarga kecilku insyallah berjodoh dengan Ayla mungil yang bernomor polisi cantik. Hahaha iya, padahal gak booking nomor tapi dapet nopol yang berarti banget bagiku dan abi :p

Sekian ceritaku. Lanjut ke Latihan Nyetir - Part 3 yaa :)

LP3 Interbank
Jl. A. Yani No. 679 Potrobangasan
Magelang Utara
Kota Magelang
0293 362299

Latihan Nyetir - Part 1

Wednesday, September 6, 2017

Latihan Nyetir - Part 1

BY Maya Pratiwi IN , , , , No comments


Ulalaaaa, sekarang udah lumayan pede dong aku karena udah bisa nyetir :D. Ternyata kemampuan mengendarai mobil itu menambah nilai percaya diri ya. Rasanya pede dan bangga gitu, yaa meskipun belum mahir-mahir banget sih. Terakhir kali bawa mobil sih sempet bikin macet di pertigaan gegara mau belok trus mesin mati berkali kali, hahaha maafkan. Belajar mobil itu emang harus ga tau malu sih guys :D :D dan patang menyerah lah pokoknya hahaha.

Sebenernya niat mau latihan nyetir itu udah dari berbulan-bulan yang lalu, tapi ga jadi terus dengan segudang alasan. Ya gitu deh tergantung niat, kalo niat doang pasti kalah sama alasan-alasan ga jelas. Kalo niat banget pasti ada jalan untuk merealisasikannya. Dan sebenernya karena aku malu juga sih kalo tiap ada urusan kantor diluar pasti minta ditemenin sama orang kantor. Bilangnya sih minta ditemenin tapi maksud terselubungnya minta disupirin wkwkwkwk :D :D

Oke, niat sudah bulat. Tinggal memutuskan mau pake Lembaga Kursus yang mana. Oh ya aku pake lembaga kursus bukan tanpa alasan ya. Menurutku belajar lewat kursus itu ada beberapa nilai positif

  1. Lebih aman karena biasanya mereka ada tuas kopling dan rem dobel
  2. Lebih sabar. Instruktur pasti lebih sabar, karena kalo mereka ga sabaran, dikomplen sama anak didiknya, yakin deh pasti dipecat dari kerjanya. Selain itu, atmosfer belajar mobil itu harus penuh ketenangan. Instrukturnya harus sabar, ga cerewet, percaya pada anak didiknya, dan yang pasti bisa membangun kenyamanan dalam berkendara. Kerasa banget lho bedanya belajar sama instruktur dan belajar sama keluarga atau temen sendiri. Pernah belajr ga sama instruktur kan, yang ada dimarah-marahin mulu :( lupa kali kalo aku masih belajar :(
Nah karena saat ini aku berdomisili di Magelang, sempet survey beberapa Lembaga Kursus gitu sih karena aku gak gampang percayaan haha. Aku harus ngobrol dulu sama orang lembaganya, baru deh bisa percaya. Dan pilihanku jatuh ke LP3 Interbank di Magelang Utara (untuk info lokasi silakan googling yaa xixixi). Karena mbaknya enak diajak ngobrol, penjelasannya meyakinkan gitu haha. Meskipun ada Lembaga yang menawarkan paket yang lebih murah, tapi tetep aku percaya sama Interbank.


Kayaknya sih kalo sistem belajar kursus mengemudi ga beda-beda jauh lah ya antara satu lembaga dengan lembaga yang lain. Tapi yang membuatku percaya sama Interbank adalah karena 

  1. Kantornya bersih dan rapi. Ya gak rapi-rapi banget lah tapi lebih oke diantara yang lainnya
  2. Adminnya ramah dan enak diajak ngobrol
  3. Beda dengan lembaga lain, Interbank make mobil-mobil city car yang mungil-mungil macem ayla, brio, dan jazz menurutku lebih mudah belajar pake mobil kecil, dan karena aku juga mau beli mobil kecil sih
  4. Tulisan "Sedang Latihan" rapi dan enak dipandang.

Sumber : Google Maps
Kerapian dan enak dipandang tuh bukan alasan yang mengada-ada ya, itu artinya mereka niat dan serius dalam menjalankan tugas mereka, gak asal-asalan dan mencerminkan bahwa mereka menjaga kualitas :D dan yang pasti lebih meyakinkan hihi.


Ok. Next baca Latihan Nyetir - Part 2 yaa :)

Wednesday, July 26, 2017

Takdir Itu Pasti, Tetang Ikhtiar Itu Lain Perkara

BY Maya Pratiwi IN , , , , , , No comments

source : positivepsychologyprogram.com

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)


Banyak hal terjadi dalam hidup kita, susah, bahagia, senang sedih, bertemu, berpisah, semua hal terjadi dan tidak satupun yang terjadi tanpa ijin Allah. Bahkan jatuhnya sehelai daun pun sudah diatur oleh Allah. Lebih jauh lagi bahwa kondisi apapun yang sedang kita hadapi saat ini pun terjadi karena izin Allah dan yakinlah bahwa inilah yang terbaik untuk kita.

Kalau kata pak bos di welcome speechnya saat pertama kali dipindah tugas ke Magelang, “Saya ada di magelang, ini adalah bagian takdir yang harus saya jalani”. Dan yaaa seperti manusia lainnya di muka bumi ini, yang mungkin masih melakukan pencarian, pasti masing-masing saat ini sedang dalam perjuangan. Ada yang berjuang mengerjakan Tugas Akhir, yang sedang berjuang mencari jodoh, ada yang berjuang untuk move on dari mantan, ada yang sedang berjuang menikah, ada yang berjuang untuk bisa promosi, ada yang berjuang untuk bisa mencapai target sales, atau seperti saya yang sedang berjuang bisa pindah ke Bandung biar bisa tinggal serumah sama suami dan anak, wkwkwkwk #curcol. Ada satu kesamaan diantara kami para pejuang-pejuang ini. Kami berjuang dengan sepenuh hati dan penuh harapan.

Bukankah kata orang, selama masih punya harapan artinya kita masih hidup? Kami para pejuang pun begitu, kami berjuang dengan harapan yang sangat besar, harapan kami inilah yang menjadi semangat kami. Tanpa kami tau apakah yang kami harapkan itukah yang terbaik untuk kami. Karena takdir Allah itu pasti, tapi soal ikhtiar itu lain perkara kan?

Dalam ikhtiar ada doa, ada usaha, ada harapan, melibatkan ribuan perasaan yang bercampur aduk tidak karuan. Kadang begitu semangat dalam berjuang, kadang terpuruk dan hampir putus asa, kadang cemas dengan progressnya, kadang kecewa, kadang datang sedih yang bertubi-tubi. Semua itu dilalui tanpa sedikitpun kita tau benarkah yang kita perjuangkan itu adalah takdir kita. Dalam Islam, kita diajarkan untuk berbaik sangka dengan takdir Allah, betul, karena kadang manusia tertutup matanya, untuk memahami bahwa yang terjadi saat ini adalah yang terbaik. Kadang kita kira ketika apa yang kita inginkan tidak kita dapat, itu adalah hal buruk. Padahal jelas bahwa Allah lah yang Maha Tau. Maka berbaik sangkalah pada Allah.

Jadi ya gitu kalo kita sedang dalam perjuangan, berusahalan sebaik mungkin. Biar orang bilang kita lebay, tetep aja perjuangin. Seperti kata pepatah "Lets do the best and let Allah do the rest", kita berjuang semaksimal mungkin, hasilnya urusan Allah. Jangan sampe kita nyesel karena kita gak berjuang. Kalo kita udah berjuang semaksimal mungkin tapi hasilnya ga sesuai dengan yang kita pengen, kita bisa dengan lega bilang "ini takdir Allah". Tapi kalo kita gak maksimal dalam berjuang, pasti akan ada penyesalan dihati kita, kita ga tau apakah ketidakbisaan kita mencapai yang kita inginkan itu karena usaha kita yang gak maksimal atau semata-mata memang takdir Allah?

Para Pejuang, jika yang kamu perjuangkan adalah hal baik, semoga kita dijauhkan dari putus asa dalam berjuang. Perjuangan itu begitu indah. Akan ada waktunya ketika nanti kita berhasil, masa-masa perjuangan yang indah ini akan menjadi cerita untuk anak cucu kita. Menjadi ilmu bagi kita sendiri, dan perjuangan akan memberi kekuatan untuk kita. Meskipun kadang dibilang lebay, dibilang cengeng, tapi yah yang pernah berjuang akan tau kan. Selamat berjuang para pejuang :D