Showing posts with label galau. Show all posts
Showing posts with label galau. Show all posts

Thursday, October 19, 2017

Mamak Galau Pasca Melahirkan

BY Maya Pratiwi IN , , , No comments

Dududududuuuuuuu....
Sejeles-jelesnya aku sama pacar (yang sekarang jadi suami), belum pernah separah ini aku jeles sama orang. Sama anakku sendiri >.<

Jadi, pasca melahirkan aku jadi super posesif sama anakku. Aku jadi gampang cemburu kalo anakku dipegang atau digendong orang lain, meskipun sama neneknya sendiri. Kadang saat aku terbangun dan tidak melihat anakku di sisiku, aku langsung kalang kabut dan menampakkan muka kesel sama orang rumah. Aaaaak aku sampe sebel sama diriku sendiri :( . Rasanya aku gak mau kehilangan momen sama anakku, aku gak mau orang lain akan mencuri perhatian anakku, aku ga mau anakku jadi lebih dekat dengan orang lain selain diriku. 

Mungkinkah itu sindrom pasca melahirkan? Aku gak tau sih, aku sampe pengen konsultasi ke psikolog gitu :(. Dan tentunya, sebagai working mom, aku khawatir banget dengan diriku. Bagaimana jadinya kalo aku kerja? 

.....

Dan sekarang putri cantikku yang imut-imut sudah berusia 13 bulan dan aku masih LDM sama suami, dan aku masih bekerja :D. Haha betapa lucunya hidup ini ya. Dulu aku sangat cemburuan tapi bisa juga bertahan tetap bekerja, ganti pengasuh sudah 2 kali dan tetap baik baik saja :) :P

6 bulan pertama, ketika kayla belum bisa diajak komunikasi intens dua arah, ketika kayla mungkin masih ngeblur mana mamaknya, mana pengasuhnya, mana utinya, mana ao nya, mana bapaknya, aku memang masih suka cemburuan gitu. Kadang ketika aku pulang kerja kayla udah bobok, pagi-pagi pasti aku harus kerja kan. Jadi suka ngerasa waktu bercengkramaku sama Kayla cuma sabtu minggu doang :(. Suka galau dan khawatir juga kalo kayla lebih deket sama pengasuhnya dari pada sama mamak bapaknya. Apalagi ketika terjadi tragedi kayla ga mau nenen tapi kalo dikasih dot malah mau (bingung puting). Waaa saat itu juga aku hentikan dot dot kayla itu. Aku paksa pengasuh kayla untuk ngasih ASIP ke kayla pake sendok. Ya tentunya pelan-pelan dong ya, secara kayla masih bayik jadi naluri menelan pake sendok belum terlatih banget. Tapi ya Alhamdulilah baik-baik saja. Sampe sekarang tetep mau nenen dan Alhamdulilah ASI masih keluar.

Naah, masuk usia 9bulan, Kayla makin tau nih mana mamanya, mana pengasuhnya, jadinya aku gak khawatir lagi. Kayla tau kalo aku pulang pasti maunya gendong dan nangis kalo aku tinggalin. Dan kalo lagi digendong pengasuhnya, trus aku ulurkan tanganku, Kayla langsung menyambutku dengan senyuman manjanya hehehe. Yang penting sepulang kerja aku berusahan untuk tetep main sama Kayla, meskipun kadang suka keliyep keliyep gegara udah ngantuk banget tapi si bayik batrenya masih 100% >.<

Ketika sekarang usia Kayla sudah 13 bulan, dimana Kayla udah bisa manggil mama dan yayah, Kayla makin bisa ngenalin aku dan suami. Bahkan meskipun suamik pulang kerumah seminggu sekali, tapi jangan salaaah, Kayla betah banget nemplok sama bapaknya. Tiap sabtu pagi, Kayla yang biasanya bangun jam 6 pagi, pasti jam 5 udah bangun. Kayak yang nungguin bapaknya dateng gitu. Terus kalo udah ketemu yayah, udah deh minta gendong dan nemplok. Udahlah mamaknya udah ga kepake, gak mau digendong mamaknya :(. Kayak drama gitu deh, kayak udah ga ketemu bapaknya bertahun-tahun :(. Tapi tetep sih giliran ngantuk, haus, dan laper baru nyariin mama :(. Gak cuma itu sodara-sodara, Kayla kalo ada bapaknya betah banget tidoor, persis bapake >.<. Terus nanti malamnya begadang bisa sampe jam 12 malem, minggu paginya bangun jam 8 pagi. Mantap lah ituu kan

Yakin deh, bayi itu akan mengenali ibu dan bapaknya. Kan darah kita yang mengalir disana, pun begitu dengan doa dan kasih sayang kita. Kita kan kerja dari pagi sampe sore doang, bukan ninggalin si anak berbulan-bulan, setiap hari pun masih ketemu. Banyak juga ibu-ibu yang jauhan sama bayinya, tapi bayinya tetep aja mengenali ibunya. Jadi jangan khawatir ya ibu-ibu :) :)

Wednesday, July 26, 2017

Takdir Itu Pasti, Tetang Ikhtiar Itu Lain Perkara

BY Maya Pratiwi IN , , , , , , No comments

source : positivepsychologyprogram.com

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)


Banyak hal terjadi dalam hidup kita, susah, bahagia, senang sedih, bertemu, berpisah, semua hal terjadi dan tidak satupun yang terjadi tanpa ijin Allah. Bahkan jatuhnya sehelai daun pun sudah diatur oleh Allah. Lebih jauh lagi bahwa kondisi apapun yang sedang kita hadapi saat ini pun terjadi karena izin Allah dan yakinlah bahwa inilah yang terbaik untuk kita.

Kalau kata pak bos di welcome speechnya saat pertama kali dipindah tugas ke Magelang, “Saya ada di magelang, ini adalah bagian takdir yang harus saya jalani”. Dan yaaa seperti manusia lainnya di muka bumi ini, yang mungkin masih melakukan pencarian, pasti masing-masing saat ini sedang dalam perjuangan. Ada yang berjuang mengerjakan Tugas Akhir, yang sedang berjuang mencari jodoh, ada yang berjuang untuk move on dari mantan, ada yang sedang berjuang menikah, ada yang berjuang untuk bisa promosi, ada yang berjuang untuk bisa mencapai target sales, atau seperti saya yang sedang berjuang bisa pindah ke Bandung biar bisa tinggal serumah sama suami dan anak, wkwkwkwk #curcol. Ada satu kesamaan diantara kami para pejuang-pejuang ini. Kami berjuang dengan sepenuh hati dan penuh harapan.

Bukankah kata orang, selama masih punya harapan artinya kita masih hidup? Kami para pejuang pun begitu, kami berjuang dengan harapan yang sangat besar, harapan kami inilah yang menjadi semangat kami. Tanpa kami tau apakah yang kami harapkan itukah yang terbaik untuk kami. Karena takdir Allah itu pasti, tapi soal ikhtiar itu lain perkara kan?

Dalam ikhtiar ada doa, ada usaha, ada harapan, melibatkan ribuan perasaan yang bercampur aduk tidak karuan. Kadang begitu semangat dalam berjuang, kadang terpuruk dan hampir putus asa, kadang cemas dengan progressnya, kadang kecewa, kadang datang sedih yang bertubi-tubi. Semua itu dilalui tanpa sedikitpun kita tau benarkah yang kita perjuangkan itu adalah takdir kita. Dalam Islam, kita diajarkan untuk berbaik sangka dengan takdir Allah, betul, karena kadang manusia tertutup matanya, untuk memahami bahwa yang terjadi saat ini adalah yang terbaik. Kadang kita kira ketika apa yang kita inginkan tidak kita dapat, itu adalah hal buruk. Padahal jelas bahwa Allah lah yang Maha Tau. Maka berbaik sangkalah pada Allah.

Jadi ya gitu kalo kita sedang dalam perjuangan, berusahalan sebaik mungkin. Biar orang bilang kita lebay, tetep aja perjuangin. Seperti kata pepatah "Lets do the best and let Allah do the rest", kita berjuang semaksimal mungkin, hasilnya urusan Allah. Jangan sampe kita nyesel karena kita gak berjuang. Kalo kita udah berjuang semaksimal mungkin tapi hasilnya ga sesuai dengan yang kita pengen, kita bisa dengan lega bilang "ini takdir Allah". Tapi kalo kita gak maksimal dalam berjuang, pasti akan ada penyesalan dihati kita, kita ga tau apakah ketidakbisaan kita mencapai yang kita inginkan itu karena usaha kita yang gak maksimal atau semata-mata memang takdir Allah?

Para Pejuang, jika yang kamu perjuangkan adalah hal baik, semoga kita dijauhkan dari putus asa dalam berjuang. Perjuangan itu begitu indah. Akan ada waktunya ketika nanti kita berhasil, masa-masa perjuangan yang indah ini akan menjadi cerita untuk anak cucu kita. Menjadi ilmu bagi kita sendiri, dan perjuangan akan memberi kekuatan untuk kita. Meskipun kadang dibilang lebay, dibilang cengeng, tapi yah yang pernah berjuang akan tau kan. Selamat berjuang para pejuang :D

Wednesday, September 3, 2014

Berkaca Pada Pernikahan

BY Maya Pratiwi IN , , No comments

Image source : margiewarrell.com


Rasanya terharu dan gak percaya saat denger teman dekatku, temen curhatku menikah akhir bulan Agustus lalu. Rasanya seperti "Waow kamu udah menikah?". Rasa yang lebih mengejutkan dari sekadar "akhirnya ya dia punya pacar". Dan hari hari berikutnya setelah pernikahan mereka, aku lebih sering menemukan dia ngegalau di socmed. Ya tentu aja galauan yang romantis banget. Kegalauan yang standar sebenernya, sepert "I miss you xxxxxxxxx" atau ya semacam itulah. Aku pun pernah menggalau hal serupa tapi beda banget ya rasanya, ketika yang bikin kamu galau atau bikin kamu kangen adalah suami kamu sendiri. Rasanya unyuu banget baca-baca kicauan dia di socmed. 

Yaa aku berkaca pada pernikahannya. Rasanya aku malu untuk menggalau lagi di socmed, apalagi menggalaukan orang yang ibaratnya dia belum jadi siapa-siapaku. Yah sejauh apapun dan sebesar apapun niat jika belum terealisasi maka tetap bukan siapa siapa kan?

Aku berkaca pada pernikahannya. Seromantis apapun usaha pasanganmu memperlakukanmu, tidak ada perasaan haru dan bahagia yang menyamai sebuah pernikahan. Seperti ketika ada seorang teman share moment dia bareng pacarnya dengan caption romantis, rasanya jauh di dalam sana, aku berpikir bahwa apalah artinya perasaan untuk seorang pacar yang bahkan belum tentu menjadi suami/istrimu. 

Haha :p