Showing posts with label berkaca pada pernikahan. Show all posts
Showing posts with label berkaca pada pernikahan. Show all posts

Saturday, September 7, 2019

Menikah Itu...

BY Maya Pratiwi IN , No comments

Kadang pernikahan itu seperti sebuah jebakan.
Bagi mereka yang tidak benar-benar punya tujuan mengapa mereka menikah.

Menikah itu bukan pelarian. 
Menikah juga kadang bukan sebuah solusi. 

Menikah itu inginnya untuk seumur hidup kan?
Lalu ingin seperti apa seumur hidupmu?
Ingin bersama siapa seumur hidupmu?

Menikah itu juga bukan hadiah. 
Bukan hadiah bagi pasangan yang sedang merajut cinta.

Menikah itu sangat rumit. 
Menikah itu sangat berat.
Menikah itu tidak bisa ditarik kembali. 
Pilihannya adalah menyelesaikan sekarang atau mempertahankan sampai mati.

Saya ga akan ikut nyinyirin temen-temen yang memutuskan belum menikah di usia ketika orang-orang sudah menikah. Saya juga tidak akan nyinyirin orang-orang yang terlibat KDRT atau perceraian atau pembunuhan di dalam keluarga. Karena emang seberat itu berada dalam sebuah pernikahan. Jika kamu salah arah.

Memutuskan menikah atau belum menikah itu sama beratnya.
Semua orang punya kesulitan.
Semua orang berjuang untuk kondisinya masing-masing.
Jadi saya hanya akan nyinyir pada orang yang malas berusaha.

Menikah itu bukan menunggu siap. 
Karena manusia tidak pernah siap. 
Menikahlah ketika kamu yakin.

Yakin kalau dia orang yang tepat. Yakin kalau kalian bisa membangun rumah tangga. Yakin dia bisa menerimamu. Yakin kamu bisa menerimanya. Yakin kalian bisa akan saling mempertahankan pernikahan. Dan keyakinan-keyakinan lainnya.

Apakah yakin saja cukup?
Enggak
Kamu harus berusaha.

Kamu yakin bisa menghidupi keluargamu hanya jika kamu berusaha
Kamu yakin bisa mempertahankan pernikahanmu hanya jika kamu berusaha
Kamu yakin bisa membuat keluargamu bahagia hanya jika kamu berusaha

Yakin tanpa usaha itu namanya omong kosong, berkhayal !

Jadi gimana, kamu yakin akan menikah?


Wednesday, September 3, 2014

Berkaca Pada Pernikahan

BY Maya Pratiwi IN , , No comments

Image source : margiewarrell.com


Rasanya terharu dan gak percaya saat denger teman dekatku, temen curhatku menikah akhir bulan Agustus lalu. Rasanya seperti "Waow kamu udah menikah?". Rasa yang lebih mengejutkan dari sekadar "akhirnya ya dia punya pacar". Dan hari hari berikutnya setelah pernikahan mereka, aku lebih sering menemukan dia ngegalau di socmed. Ya tentu aja galauan yang romantis banget. Kegalauan yang standar sebenernya, sepert "I miss you xxxxxxxxx" atau ya semacam itulah. Aku pun pernah menggalau hal serupa tapi beda banget ya rasanya, ketika yang bikin kamu galau atau bikin kamu kangen adalah suami kamu sendiri. Rasanya unyuu banget baca-baca kicauan dia di socmed. 

Yaa aku berkaca pada pernikahannya. Rasanya aku malu untuk menggalau lagi di socmed, apalagi menggalaukan orang yang ibaratnya dia belum jadi siapa-siapaku. Yah sejauh apapun dan sebesar apapun niat jika belum terealisasi maka tetap bukan siapa siapa kan?

Aku berkaca pada pernikahannya. Seromantis apapun usaha pasanganmu memperlakukanmu, tidak ada perasaan haru dan bahagia yang menyamai sebuah pernikahan. Seperti ketika ada seorang teman share moment dia bareng pacarnya dengan caption romantis, rasanya jauh di dalam sana, aku berpikir bahwa apalah artinya perasaan untuk seorang pacar yang bahkan belum tentu menjadi suami/istrimu. 

Haha :p