Thursday, August 18, 2016

36 Minggu Kehamilan

BY Maya Pratiwi IN , , , No comments




36 Minggu berlalu, saatnya menunggu waktu untuk bertemu malaikat kecilku. Cuti melahirkan sudah dipersiapkan, 1 bulan sebelum HPL. Banyak yang bilang sih kecepetan, kenapa ga di mepetin aja ambil cutinya.

Menjalani hari hari kehamilan bukanlah hal yang mudah tapi inilah jalan untuk bertemu dengan bayi kecilku. Menjalani kehamilan seorang diri di kota yang masih asing dengan pekerjaan yang sering membuatku jenuh. Ya manusiawi kali ya, kalo kadang dititik terendah kita, pengen rasanya orang lain mengerti keadaan kita, tapi sayangnya ga bisa ya :)

Ya berusaha untuk gak making excuse sih, terutama dalam masalah pekerjaan. Tapi justru itu menimbulkan kekuatan yang luar biasa, rasanya seperti "aku harus bisa melewati semua ini". Karena bagian terberatnya sebenernya bukan kehamilan itu sendiri tapi menghadapi sekelilingku. Ketika aku harus tetap fight dengan pekerjaanku, ketika banyak sekali komentar orang-orang tentang bagaimana aku menghadapi kehamilanku, ketika aku mulai tidak nyaman dengan tempat tinggalku, dengan pekerjaanku.

Beruntungnya babyku membuat segalanya jauh terasa mudah. Tidak ada morning sickness yang terlalu berat, tidak ada keluhan yang berarti, semua sehat, babyku sangat bisa diajak bekerjasama, selalu menghiburku dengan gerakan gerakan kecilnya yang lucu. Aaaah I Love You Nak.

Mimi belajar untuk kuat menghadapi apapun, karena nanti mimi dan abi yang akan mendampingimu untuk menjalani hari-harimu di dunia. Dunia yang mungkin tidak senyaman tempat tinggalmu saat di rahim mimi, dimana kamu mendapatkan semua yang kamu butuhkan. Makanan, kehangatan, oksigen, semua tersedia. Sedangkan saat di dunia? kamu harus berusaha sendiri untuk mendapatkan itu semua. 

Baby, mimi akan menunggumu sayang. Kapanpun baby siap lahir, pilihlah cara terbaik untuk melihat dunia. Mimi ambil cuti jauh jauh hari sebelum HPL, agar kita bisa beristirahat dari kejenuhan pekerjaan, kita akan menghabiskan waktu untuk bersantai dirumah uti, melakukan hal-hal yang menyenangkan, menenangkan diri, mempersiapkan diri untuk kelahiranmu. Tidak ada lagi kekhawatiran karena harus naik motor pulang pergi ke kantor, khawatir lembur sampe malem, khawatir makan sembarangan, kebingungan saat hujan dan tidak ada bahan makanan dirumah, bingung saat kehabisan galon atau gas. Hahahaha dan kekhawatiran lainnya yang kadang menggelikan :) :) :) . Ooo baby,  I Love You sayang

Thursday, June 23, 2016

Aku Hamil !!!

BY Maya Pratiwi IN , , , No comments

Kehamilan bagiku seperti sebuah keajaiban. Bagaimana tidak, ada mahluk hidup yang sedang tumbuh di perutku dan membuat perutku meliuk liuk tidak beraturan bentuknya. Kadang mleyot ke kanan, kadang kekiri, kadang rasanya ada yang njendol njendol di dalam perut dan itu geli banget. Kadang rasanya kantung kemihku di senggol senggol, kadang tiba tiba perutku bergerak gerak sendiri.

Awalnya rasanya seperti ada yang meletup-letup di perutku, seperti kedutan. Lama-lama seperti tendangan kecil, sekarang seperti ada yang berenang di perutku, gleser gleser gituu >.< Itu Ajaib banget !!! Seru banget. Setiap hari ada sesuatu berbeda yang terjadi dan itu sangat menghiburku. Membuatku senyum senyum sendiri, melihat perutku yang seperti balon, atau senyum2 merasakan sensasi di dalam perutku.

Aku ga habis pikir dengan orang yang tega berbuat buruk dengan kehamilannya. Seperti merokok, minum alkohol, bahkan menggugurkan bayinya sendiri. Kenapa bisa ada seorang calon ibu yang tega berbuat seperti itu, kenapa bisa sekejam itu. Padahal rasanya setiap hari aku ingin memeluk perutku sendiri, padahal rasanya seperti bayi kecil di perutku sudah benar-benar ada dan lahir, hanya dia masih harus tidur di rahimku. Tapi banyak sekali orang yang tega membunuh bayinya sendiri, membuangnya dan menelantarkannya :(

Mungkin bagi sebagian orang, hamil itu rasanya tidak karuan, tapi aku menikmatinya. Kebahagian, kesedihan, kecemasan, kekhawatiran. Semua aku nikmati. Saat hamil, ada banyak hal yang berkeliaran di pikiranku. Aku memikirkan bagaimana aku melalui kehamilanku sendirian sedangkan suamiku ada di bandung. Aku ga bisa ngangkat galon, ember, aku ga bisa terlalu lama berdiri atau terlalu lama berjalan, aku khawatir dengan makanan anak kosan yang sering ga jelas, tapi kadang tiba tiba aku sangat bersemangat untuk melalui semua ini demi bayiku.

Aaaah sudah 7 bulan berlalu dan sebentar lagi bayiku akan lahir :D
Rencana persalinan pasti sudah dipikirkan dan semoga persiapannya semakin baik dan proses persalinanku akan lancar nantinya. Pengennya sih bayiku lahir tepat diwaktu dia sudah siap lahir dan kapanpun dia ingin lahir. Mama akan menunggumu sayang. Lahirlah dengan caramu sendiri nak, seperti kupu-kupu yang keluar dari rumah kepompongnya. Kepompong itu kecil dan rapuh, tapi dari dalam kepompong kecil itu akan bisa keluar makhluk hidup cantik bersayap lebar.

Saturday, June 4, 2016

Ramadhan Tahun Ini

BY Maya Pratiwi IN , No comments

Hihihi Sudah lama sekali dari terakhir kali aku update blog >.<
Karena hari ini weekend dan dirumah sendirian, tetiba muncul hasrat untuk update blog lagi.

Gak kerasa insyallah senin udah bulan Ramadhan. Alhamdulilah, Ramadhan selalu punya cerita. 4 tahun ini melalu Ramadhan di kota-kota yang berbeda. Tahun 2013 masih puasa di Bandung, tahun 2014 puasa di Jakarta, tahun 2015 puasa di Semarang, dan tahun 2016 ini puasa di Magelang. Semoga tahun 2017 udah bisa puasa di Bandung lagi, artinya udah tinggal serumah sama suami, Amiin amiin :D

Seru sih kalo di kenang lagi. Di Jakarta puasa terlalui dengan cukup baik, tiap hari masak meskipun cuma telor atau nugget atau masih jaman banget sahur pake indomie :D. Puasa di Semarang jauh lebih baik lagi karena bisa puasa bareng temen-temen yang baik dan bisa sahur bareng sama anak kosan juga :). Puasa tahun ini bakal ditemenin si kecil yang masih di dalam perut, hihihi Alhamdulilah ya nak. 

Udah menikah tapi rasa jomblo :( Suami kerja di Bandung dan aku di Magelang, sahurnya masih sendirian, buka sendirian :( 

Tapi yang paling gak sabar ditunggu dalam waktu dekat ini adalah LEBARAAAAN >.< yeaaay Lebaran pertama sama suami hihihihi. Suami tahun ini mudiknya gak ke medan tapi kerumahku dooong hihihihi. Rencananya sebenernya lebaran tahun ini pengen ke Medan, tapi karena aku lagi hamil akhirnya lebarannya di rumahku ajaa.

Aaah waktu berlalu rasanya begitu cepat. Tahun lalu lebaran masih single, tahun lalu ramadhan disibukkan dengan tetek bengek persiapan pernikahan, belanja-belanja barang-barang untuk seserahan, dan tahun ini aku akan sibuk mempersiapkan kelahiran bayi kecilku, dan lebaran udah bareng sama suami, insyallah. Maha Baik Allah yang mengatur semua dengan sangat sempurna. Sudah banyak banget rezeki yang Allah kasih untukku, Alhamdulilah, harus dikurang-kurangin mengeluhya yaaa.

Ramadhan berkah semoga semakin baik ibadah kita, Semangat !!!

Wednesday, February 24, 2016

"Harus siap menanggung resiko". Haruskah???

BY Maya Pratiwi IN , , , , No comments

Sumber : Internet
Banyak nasehat tentang keputusan dan resiko. Termasuk nasehat bahwa "mengambil keputusan itu harus siap dengan resikonya" nasehat lainnya seperti "berani melakukan harus berani menangungg resiko". Pertanyaanku, haruskah aku siap?

Maksudku,
Manusia itu ga pernah siap! Bahkan untuk hal-hal yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Seperti pertanyaan "sudah siapkah kamu menikah?", "sudah siapkah kamu sidang TA minggu depan?", atau pertanyaan "sudah siapkah" yang lainnya. Pertanyaan "sudah siap" itu bagiku pertanyaan yang ga jelas jawabannya apa dan kayak pertanyaan basa basi doang. Bahkan sekalipun kamu ingin sekali menikah kemudian tiba-tiba kamu menikah, aku ga yakin kamu benar-benar siap dengan hari pernikahanmu, bahkan dengan kehidupan baru setelah menikah. Manusia itu ga pernah siap coy!

Oke, sebelum lebih jauh bercerita tentang "kesiapan", ini adalah murni pendapatku ya. Bukan pendapat ilmiah ya, ya suka suka ku aja mau mengungkapkan pendapatku di blog ini hehehehe :D

Oke lanjut.
Jadi menurutku, siap itu sebenernya gak ada. Yang ada adalah Berani dan Percaya. 

Ya misal kayak mau pake jilbab deh. "Aku belom siap pake jilbab", helllaaaaw kamu ga akan pernah siap untuk pake jilbab, mau nunggu sampe kapan? Kamu sendiri dong yang harus berani ambil keputusan untuk berjilbab dan percayalah keputusan baik itu berbuah baik juga. Jadi kalo kemudian akhirnya kamu berjilbab dan kehilangan pekerjaan misalnya, sangat tidak bijak kalo ada orang yang bilang begini "Itu keputusanmu pake jilbab, harusnya kamu tau resiko pake jilbab bakal dikeluarin dari kerja, harusnya kamu siap dong dari awal", ya keleees siap dari awal. Manusia itu ga pernah siap jadi jangan maksa dong, *sewot, gak selow*. Menunggu untuk "siap" maka kamu akan kehabisan waktu. Cukuplah tau dengan resiko yang mungkin terjadi, tapi kamu ga butuh untuk menjadi siap, kamu butuh
percaya bahwa ada banyak kebaikan di dalam keputusanmu maka kamu akan berani mengambil keputusan tersebut, apapun resikonya.

Kamu ga butuh siap untuk mengambil sebuah keputusan, kamu butuh berani dan percaya aja. Manusia itu ga pernah siap, jadi kalo ternyata di tengah perjalanan kamu menghadapi kesulitan berkaitan dengan keputusanmu sebelumnya, jangan pernah menyimpulkan bahwa ternyata dulu kamu belum siap saat mengambil keputusan. Yaudah percaya aja bahwa semua ada yang ngatur. Bukan lagi masalah siap dan tidak siap tapi lebih jauh lagi, ini masalah percaya dan tidak percaya.

Friday, February 5, 2016

Maya - Rudy #3 : Yeay Menikah !!!

BY Maya Pratiwi IN , , , , , No comments

Akad Nikah Maya dan Rudy

Yuhuuuu sejak awal tahun 2015 rasanya udah menggebu nggebu gituu "tahun ini aku mau nikah ! tahun ini aku mau nikah !"

Ya setelah terjadi drama percintaan yang hebat, ya gitu drama banget aku sok lebay jadi wanita paling sedih karena temen-temenku udah pada dilamar, udah pada update di facebook acara lamaran yang super heboh, tapi diriku? Aaaah :(

Akhirnya bulan Mei si abang datang kerumahku. Niatnya sih cuman mau ngobrolin tata cara melamar sama bapak. Tapi akhirnya langsung dapet tanggal. Wkwkwkwk Alhamdulilah ya Allah, Maha Besar Allah rasanya semua begitu dimudahkan jalan kami untuk menikah. Jadi untuk pertama kalinya sejak 5 tahun kenal aku, abang datang kerumah menyampaikan niat baik untuk ngelamar aku dan disaat itu pula aku, bapak, ibu, dan bang Rudy diskusi tanggal pernikahan dan akhirnya mutusin bareng tanggal 3 Oktober 2015.

Awawawawaw aku ga sabar dengan hari pernikahan yang aku tunggu-tunggu >.< . Aku punya setumpuk ide untuk pernikahan impianku. Dekorasinya, tempatnya, undangannya, konsepnya, makanannya, bajunya, lagu-lagunya, semuanya. Maunya simple, low cost, modern. Ibu pengennya pernikahanku pake adat Jawa. Uuuh

Tapi kata Rudy,"Pernikahan itu bukan cuma tentang aku dan kamu tapi tentang keluarga kita juga. Kalau emang niat menikah, gausah egois, yang penting akad, selain akad gausah diributin". Nampol banget nasehatnya bang

Aah kalo inget, betapa semua terjadi dengan sangat mudahnya. Ngalir tanpa halangan yang berarti. Ini pertolonganNya, Alhamdulillah ya Allah. Keluargaku dan keluarga Rudy itu dari pulau yang berbeda, adat dan kebiasaan kami juga berbeda. Tapi Bersyukur persiapan acara berjalan lancar. Semua keluarga dengan sangat lega hati, dengan sangat terbuka, saling mengerti kondisi satu sama lain mereka ga ada yang aneh-aneh. Akupun begitu. Aku serahin semua sama ibu, konsep apapun yang ibu pengen, aku tau itu yang terbaik. Aku gak mau egois. Aku anak terakhir ibu, artinya terakhir pula ibu dan bapak nikahin anaknya. Semua pengennya ibu, aku berusaha turutin.

Gak cuman itu aja. Karena Rudy di Bandung dan aku di Semarang. Ibu di Cilacap dan camer di Sumatera. Akhirnya aku dengan tangguhnya belanja keperluan serah-serahan sendiri. HAHAHAHA di paragon, belanja sendirian naik motor kayak mau kulakan. Ya ampuuun itu belanja super rempong yang menggoda iman banget. Udah di list barang-barang yang mau dibeli tapi banyak juga yang dibeli di luar daftar belanjaan, wkwkwkwk. Salah sendiri membiarkan aku belanja sendirian :') uuu tapi seru tau, hampir tiap weekend belanja. Kayak orang banyak duit gitu. Prinsipku waktu itu "Yaudahlah ini kan untuk serah-serahan, beli yang bagus sekalian aja biar awet dan gak malu-maluin, kan gak tiap tahun beli. Mumpung lagi dianggarin kan". NGAAHAHAHA

Dan tau ga sih sesimpel apa proses pernikahanku?

Tanggal 1 Oktober Lamaram
Tanggal 2 Oktober Serah-serahan dan tukar cincin
Tanggal 3 Oktober Akad, Resepsi, malamnya pengajian
Tanggal 4 Oktober Nonton TV rame-rame di ruang TV

Udah aja begitu.



Udah Sah Maya dan Rudy




Uuu Love love

Gak ada prosesi lamaran, ga ada Foto Prewed, ga ada siraman, ga ada respsi 3 hari 3 malam. Udah cuma 3 hari habis itu tinggal menikmati sisa cuti dengan keluarga. Yang disebut Bulan Madu juga cuma di Bandung (Bandung maning, bandung maning), nginep di hotel Panghegar 3 hari 2 malam, itu juga karena dapet diskon Nginap semalam gratis semalam, wkwkwkwk ora modal.

Temennya Rudy

Temennya Maya

Ayah - Mama - Ibu - Bapak
Jalan-jalan di Bandung

Ya Allah tapi aku bahagia. Sesederhana ini prosesnya, pada akhirnya aku lepasin semua egoku. Impianku, ada prosesi lamaran sakral, foto prewed dulu yang cantik, nikah di gedung, suvenir lucu-lucu, dekorasi kayak gini, acara kayak gitu, dll dll dll semua aku lepasin. Allah udah ngasih jalan yang lebih simpel, ngapain aku harus repot? yang penting tuh akadnya aja. Yang penting aku udah nikah sekarang sama ayangku tercintaa. Udah tinggal banyak ibadah aja biar tetep jadi partner sehidup sesurga hihihihihhi

Uuuuu I love You Rudy dan keluarga besarkuuu

Maya - Rudy #1 : Waktu Itu
Maya - Rudy #2 : Menuju Pernikahan