Showing posts with label Cerita Pernikahan. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pernikahan. Show all posts

Friday, February 5, 2016

Maya - Rudy #3 : Yeay Menikah !!!

BY Maya Pratiwi IN , , , , , No comments

Akad Nikah Maya dan Rudy

Yuhuuuu sejak awal tahun 2015 rasanya udah menggebu nggebu gituu "tahun ini aku mau nikah ! tahun ini aku mau nikah !"

Ya setelah terjadi drama percintaan yang hebat, ya gitu drama banget aku sok lebay jadi wanita paling sedih karena temen-temenku udah pada dilamar, udah pada update di facebook acara lamaran yang super heboh, tapi diriku? Aaaah :(

Akhirnya bulan Mei si abang datang kerumahku. Niatnya sih cuman mau ngobrolin tata cara melamar sama bapak. Tapi akhirnya langsung dapet tanggal. Wkwkwkwk Alhamdulilah ya Allah, Maha Besar Allah rasanya semua begitu dimudahkan jalan kami untuk menikah. Jadi untuk pertama kalinya sejak 5 tahun kenal aku, abang datang kerumah menyampaikan niat baik untuk ngelamar aku dan disaat itu pula aku, bapak, ibu, dan bang Rudy diskusi tanggal pernikahan dan akhirnya mutusin bareng tanggal 3 Oktober 2015.

Awawawawaw aku ga sabar dengan hari pernikahan yang aku tunggu-tunggu >.< . Aku punya setumpuk ide untuk pernikahan impianku. Dekorasinya, tempatnya, undangannya, konsepnya, makanannya, bajunya, lagu-lagunya, semuanya. Maunya simple, low cost, modern. Ibu pengennya pernikahanku pake adat Jawa. Uuuh

Tapi kata Rudy,"Pernikahan itu bukan cuma tentang aku dan kamu tapi tentang keluarga kita juga. Kalau emang niat menikah, gausah egois, yang penting akad, selain akad gausah diributin". Nampol banget nasehatnya bang

Aah kalo inget, betapa semua terjadi dengan sangat mudahnya. Ngalir tanpa halangan yang berarti. Ini pertolonganNya, Alhamdulillah ya Allah. Keluargaku dan keluarga Rudy itu dari pulau yang berbeda, adat dan kebiasaan kami juga berbeda. Tapi Bersyukur persiapan acara berjalan lancar. Semua keluarga dengan sangat lega hati, dengan sangat terbuka, saling mengerti kondisi satu sama lain mereka ga ada yang aneh-aneh. Akupun begitu. Aku serahin semua sama ibu, konsep apapun yang ibu pengen, aku tau itu yang terbaik. Aku gak mau egois. Aku anak terakhir ibu, artinya terakhir pula ibu dan bapak nikahin anaknya. Semua pengennya ibu, aku berusaha turutin.

Gak cuman itu aja. Karena Rudy di Bandung dan aku di Semarang. Ibu di Cilacap dan camer di Sumatera. Akhirnya aku dengan tangguhnya belanja keperluan serah-serahan sendiri. HAHAHAHA di paragon, belanja sendirian naik motor kayak mau kulakan. Ya ampuuun itu belanja super rempong yang menggoda iman banget. Udah di list barang-barang yang mau dibeli tapi banyak juga yang dibeli di luar daftar belanjaan, wkwkwkwk. Salah sendiri membiarkan aku belanja sendirian :') uuu tapi seru tau, hampir tiap weekend belanja. Kayak orang banyak duit gitu. Prinsipku waktu itu "Yaudahlah ini kan untuk serah-serahan, beli yang bagus sekalian aja biar awet dan gak malu-maluin, kan gak tiap tahun beli. Mumpung lagi dianggarin kan". NGAAHAHAHA

Dan tau ga sih sesimpel apa proses pernikahanku?

Tanggal 1 Oktober Lamaram
Tanggal 2 Oktober Serah-serahan dan tukar cincin
Tanggal 3 Oktober Akad, Resepsi, malamnya pengajian
Tanggal 4 Oktober Nonton TV rame-rame di ruang TV

Udah aja begitu.



Udah Sah Maya dan Rudy




Uuu Love love

Gak ada prosesi lamaran, ga ada Foto Prewed, ga ada siraman, ga ada respsi 3 hari 3 malam. Udah cuma 3 hari habis itu tinggal menikmati sisa cuti dengan keluarga. Yang disebut Bulan Madu juga cuma di Bandung (Bandung maning, bandung maning), nginep di hotel Panghegar 3 hari 2 malam, itu juga karena dapet diskon Nginap semalam gratis semalam, wkwkwkwk ora modal.

Temennya Rudy

Temennya Maya

Ayah - Mama - Ibu - Bapak
Jalan-jalan di Bandung

Ya Allah tapi aku bahagia. Sesederhana ini prosesnya, pada akhirnya aku lepasin semua egoku. Impianku, ada prosesi lamaran sakral, foto prewed dulu yang cantik, nikah di gedung, suvenir lucu-lucu, dekorasi kayak gini, acara kayak gitu, dll dll dll semua aku lepasin. Allah udah ngasih jalan yang lebih simpel, ngapain aku harus repot? yang penting tuh akadnya aja. Yang penting aku udah nikah sekarang sama ayangku tercintaa. Udah tinggal banyak ibadah aja biar tetep jadi partner sehidup sesurga hihihihihhi

Uuuuu I love You Rudy dan keluarga besarkuuu

Maya - Rudy #1 : Waktu Itu
Maya - Rudy #2 : Menuju Pernikahan


Friday, December 18, 2015

Maya - Rudy #2 : Menuju Pernikahan

BY Maya Pratiwi IN , , , , , No comments

Foto Pasca Wedding :)


Ternyata proses menuju pernikahan itu berlika liku ya :D Seru lho kalo buat diskusi hihi. Banyak sekali pertanyaan yang akan muncul. Ada banyak sekali kenapa >.<

Pasca menikah, aku nyuruh temen-temen cowokku untuk segera menikahi pasangan mereka bagi yang sudah punya. Karena menurutku, menuju pernikahan tugas Pria sangat banyak. Aku ingin temen-temenku memulai tugas itu dari sekarang.

Tugas Apa?
Mencari uang?

Bukan.

Tugas untuk meyakinkan banyak orang. 

Pertama, pria harus meyakinkan si wanita bahwa dia adalah pria yang tepat untuknya.
Kedua, dia harus meyakinkan orang tuanya bahwa dia mampu menjadi imam yang baik, mampu menghidupi keluarganya dengan kemampuannya sendiri.
Ketiga, dia harus meyakinkan orang tua si wanita bahwa dia siap menanggung seluruh kehidupan si wanita.

Tugas pertama agaknya cukup mudah ya. Rudy melakukannya dengan baik. Sangat baik sampe aku kepincut pincut minta minta dinikahin kan #lebay

Tugas kedua dan ketiga. Itu yang menantang. Si Pria ga bisa melakukannya sendiri. Dia butuh bantuan si Wanita. Karena ternyata sebelum berangkat ke tugas Kedua, ada tugas lain dulu untuk si Pria yaitu "Meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia siap menikah". Sepele tapi gak gampang lho. Awal awal sih iya, Rudy bersemangat menikah denganku. Udah giliran aku mau, dia yang galau. Ngegalauin kerjaan, ngegalauin uang, ngegalauin pengen mapan dulu, ngegalauin macem-macem. Kan bete

Ya kebanyakan pria emang idealis ga jelas ya haha. Galaunya karena kurang mapan. Takut ga bisa ngasih makan, takut ga bisa beliin rumah, takut ini, takut itu. Ya emang sih rezeki udah ada yang ngatur, kalau nanti kami punya anakpun, anak kami sudah diatur rejekinya. Tapi manusiawi ya kalo ada perasaan khawatir. Mungkin Rudy sudah yakin, sudah mantap, tapi dia butuh aku untuk meyakinkannya bahwa aku pun siap dengan semua kondisi kami saat ini. 

Keinginan kami untuk menikah sudah sejak 3tahun lalu mungkin. Saat kami masih kuliah. Ya mikir panjang kan mau nikah pas kami masih kuliah dua-duanya. Kemudian setelah lulus, Rudy dapet kerjaan, aku masih kuliah. Belum memngkinkan juga untuk menikah. Akhirnya tahun 2014 aku dapet kerja, barulah aku gencar berjuang. Gencar ngomporin Rudy untuk menikahiku wkwkwkwk. Gencar mempengaruhinya bahwa dia kerja, aku kerja, kita bisa hidup bersama :) berbagi suka dan duka :)

Yasudah setelah aku berhasil mempengaruhi Rudy, setelah akhirnya Rudy memutuskan untuk melamarku. Semua jadi terasa begitu dan sangat mudah :). Tugas kedua dan ketiga terlewati dengan sangat mudahnya. Alhamdulillah :)

Yah, prosesku untuk menikah penuh dengan perjuangan. Perjuangan Rudy untuk meyakinkanku menikah dengannya, perjuanganku untuk meyakinkan Rudy bahwa kami akan baik-baik aja, dan perjuangan kami berdua untuk meyakinkan orang tua kami bahwa kami bisa berdiri sendiri :)

Ada juga yang prosesnya enak, ketemu 2 bulan, kemudian yakin trus nikah. Tapi ya gitu, yakin dengan pilihan sendiri aja gak cukup buat modal nikahin orang, bisa jadi kita yakin tapi dia ga yakin, bisa jadi aku yakin, dia yakin, orang tuanya gak yakin, perlu perjuangan juga. hihii

Tapi aku menikmati prosesku. Mungkin seperti inilah jalanku :) kalian juga, nikmati proses kalian :)

Maya - Rudy #1 : Waktu Itu

Tuesday, December 15, 2015

Maya - Rudy #1 : Waktu itu

BY Maya Pratiwi IN , , No comments


Waktu itu bulan Agustus 2010 saat pertama kali aku dan Rudy bertemu dikampus
Waktu itu bulan Oktober 2010 saat pertama kalinya, dengan sangat anehnya aku dan Rudy ngobrol di perpustakaan
Waktu itu bulan Desember 2010 saat pertama kalinya aku bilang "kamu terlalu baik buat aku, kita udahan aja ya"

lalu...

Waktu itu Agustus 2011 saat pertama kalinya aku terpesona dengan pria terlalu baik yang aku sia-siakan setahun yang lalu :) wakwkwkwkwk



Aku bahagia menemukan Rudy. Hal pertama yang aku syukuri adalah bahwa dia berkulit lebih gelap dariku >.< wkwkwk minimal aku tidak perlu berupaya keras menggunakan lotion pemutih agar kulitku terlihat cerah ceria dan bersinar, karena bersama Rudy aku selalu terlihat lebih bersinar :) wkwkwkw #maksa

Tentang kami punya latar belakang budaya yang berbeda, aku sangat tidak peduli. Yang jelas aku belajar banyak darinya dan aku selalu punya partner untuk melihat segala sesuatu dari sisi yang berbeda, berdiskusi, dan berpikir bersama :)

Jangan tanya tentang perbedaan aku dan Rudy. Sangat berbeda. Dari semua sisi. Sering berbeda pendapat, tapi perbedaan pendapat ini tidak pernah berakhir dengan "yaudalah iya aja, aku ngalah". Kami akan terus berdebat sampai aku mengerti maksudnya dan dia mengerti maksudku. Menurutku ini salah satu trik untuk meleburkan berbedaan kami, mengetahui cara berpikir pasangan.

Lalu seiring berjalannya waktu, aku menjadi jatuh cinta dengan Rudy. Merasa Rudy adalah pria terimut di dunia, pria terganteng di dunia, pria terwangi di dunia, pria ter oke haha. Padahal kenyataanya? Aku masih melihat Rudy yang paling ganteng.
*Aah ya, Rudy dan bapak berbeda, kalau aku bilang Rudy terganteng, bukan berarti Rudy lebih ganteng dari bapak ya. Rudy dan bapak adalah 2 objek yang tidak bisa di bandingkan. Saingan Rudy itu pria pria lain yang berkeliaran diluar sana, bukan bapak

Tapi memang aku selalu membandingkan Rudy dengan pria-pria lain, dengan cowok-cowoknya temen-temenku. Dia masih yang terbaik menurutku meskipun tidak romatis, tidak bisa membaca pikiran wanita, tidak unyu, tidak bisa basa basi, old fashion wkwkwkw. Tapi untungnya Rudy bukan tipe cowok yang suka berkumpul dengan teman-teman ceweknya, bukan tipe cowok yang suka nggodain cewek terang-terangan, bukan tipe cowok yang lemah lembut dengan semua cewek, bukan juga tipe cowok yang bisa bersahabat baik dengan cewek-cewek, bukan cowok yang suka sms/chat/berurusan dengan cewek, bukan cowok yang suka flirting dengan cewek, bukan tipe cowok yang begitu putus dengan pacar lamanya kemudian langsung mrospek cewek lain. Yah aku bersyukur dia bisa memeperlakukanku sebagai wanita yang spesial untukknya :)

Maya - Rudy #2 : Menuju pernikahan