Saturday, February 7, 2026

Review Buku : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

BY Maya Pratiwi IN , No comments

 


Beberapa orang bertahan hidup karena harus menghidupi yang lainnya. Beberapa bertahan hidup karena merasa diberi kesempatan kedua. Yang lain bertahan hidup karena masih mengharapkan sesuatu. Kalau kamu karena apa?

Haus juga ya baca buku ini. Karena sepanjang cerita banyak cuplikan minum kopi dan menyesap rokok 😂. Saking aku menghayati ceritanya jadi rasanya butuh air mineral untuk mengguyur tenggorokanku yang pahit kebanyakan kopi saset.

Well, aku suka banget dengan gaya penulisan Brian Khrisna. Ringan dan banyak mengumpat. Ini yang membuat buku ini terasa hidup. Menceritakan tentang pencarian makna hidup dengan seringan ini rasanya sepadan kalau buku ini menyematkan logo Mega Best Seller di cover bukunya.

Buat kamu yang lagi mencari makna hidup, yang sedang kehilangan arah, yang hidupnya terasa sepi, hampa, tak bertujuan, atau bahkan mungkin ingin mengakhiri semuanya, mungkin kamu harus baca buku ini dulu. Dia gak akan ngasih kamu tips cara bertahan hidup atau nasehat untuk menemukan kembali makna hidupmu. Ia hanya akan mengisahkan cerita hidup Ale, pemuda 37 tahun yang ingin bunuh diri karena merasa hidupnya sepi dan tidak berarti. Sisanya harus kamu baca sendiri.

Banyak banget kutipan dan adegan-adegan unik yang menghidupkan, sayangnya ini buku pinjaman jadi gak bisa aku warnai menggunakan stabilo. Seperti misalnya penjual kerupuk bangka buta yang bisa bahasa inggris. Agak kaget tapi juga merasa, kenapa kaget? Emang gak boleh? Seperti yang aku tulis di kalimat pertama paragraf ini, banyak adegan unik. Adegan yang sepotong-potong tapi pesannya tetap tersampaikan. Ini membuat novelnya terasa hidup karena sebagai pembaca, aku tidak dipaksa untuk tau semua hal dibalik ceritanya. Mengutip kata-kata Brian Khrisna di buku ini, "serba taksa dan penuh enigma."

Apalagi yang aku suka? Ceritanya tidak berakhir seindah karya fiksi lainnya. Di akhir cerita, Ale juga tetap tidak dipedulikan oleh teman-teman dan keluarganya. Tubuh yang  ia pikir selalu membawa masalah juga tidak berubah menjadi lebih baik. Sama lah dengan hidup kita semuanya. Tidak ada masalah yang benar-benar hilang. Ia tetap ada di sana, mengawasi kita seperti semestinya ia berada. Hanya saja cara pandang kita berubah sehingga masalah tak lagi terasa menyakitkan.

Ayo cepet baca. 

Ini beberapa kutipan yang semoga menginspirasimu untuk membaca buku ini :
💗Setiap manusia seharusnya tidak perlu meminta orang lain untuk mencintainya atau bahkan sampai memohon agar dicintai. Sebab, dihadapan orang yang tepat, lo gak perlu memohon apa-apa. (Hal 102)
💗 Apa burung pipit itu makhluk yang jahat karena memberi makan anaknya dari hasil mengambil pada yang ditanam petani? (Hal 106)
💗 Kalaupun itu gak lebih baik, setidaknya saya yakin itu bisa membuat saya lebih bahagia. Yang terbaik itu gak selalu jadi yang paling membuat bahagia. (Hal 129)
💗Hidup tuh seperti layangan. Semakin kita tarik, dia malah semakin tinggi. Namun semakin dilepas, dia malah akan jatuh. (Hal 165)
💗Tidak ada kata-kata yang tepat untuk melarang orang bunuh diri. Memintanya tetap hidup akan terdengar egois. Mendorongnya untuk mati pun tidak elok. (Hal 190)
💗Hidup mau sebahagia apa juga pasti mati, hidup susah pun bakal mati juga. Jadi saran saya, sebagai orang yang hidupnya selalu dalam kegelapan, ya hidup saja. (Hal 191)
💗Yang paling penting bukanlah selalu tentang apa yang kita lihat, melainkan bagaimana cara kita merasakan hidup. (Hal 192)
💗Bertahan dan tetap hidup adalah pencapaian besar untuk orang-orang seperti kita. (Hal 194)
💗Hidup itu seperti pertandingan tinju. Kekalahan tidak ditentukan ketika kamu jatuh, tetapi ketika kamu memutuskan untuk tidak bangkit lagi. (Hal 195)


Sunday, January 25, 2026

Review Buku : Resign - Almira Bastari

BY Maya Pratiwi IN , , , , No comments

Judul : Resign
Penulis : Almira Bastari
Penerbit : Gramedia
288 halaman

Nemu buku ini di Gramedia pas lagi suntuk-suntuknya sama kantor. Masa gak beli.

Sebetulnya sepertiga pertama buku ini aku agak lambat ya bacanya. Karena cerita romansanya dominan banget, gak seperti ekspektasiku.

Tapi aku yakin sih buku ini pasti punya kejutan, gak mungkin sampe akhir bakal cerita romansa doang ya. Kan saya perlu pelampiasan emosi perihal kantor yang tidak bisa saya salurkan. Hhmmm

Akhirnya tetap kubaca dan bener sih. Bab-bab selanjutnya baru aku dapet banget emosi yang aku cari. Temen-temen kantor yang somplak, bos yang gak kalah semprul, aroma gosip yang menguar dari balik kubikel, juga romansa terlarang yang benci bacanya 😢.

Aku suka banget sama tokoh-tokohnya. Entah bagaimana aku juga jadi belajar sesuatu dari cara mereka menyikapi drama kantor. Juga karena mereka solid banget kalau urusan kantor. Karena memang, kadang yang bikin bertahan itu bukan kantornya atau bosnya ya, tapi temen-temennya. Atau gak juga ya?

Gak sih :). Aku juga bertahan bertahun-tahun karena BU dan gak punya nyali aja. Sad :(

Menurutku baca sih. Mungkin bisa menginspirasimu untuk tetap bertahan di kantor atau ya mungkin sebaliknya. 

Banyak banget quote-quote menarik di buku ini. Ini beberapa yang aku suka
💗 Tapi penekanan dan pengulangan pertanyaan Tigran (bos) memliki dua arti : kami memang salah dan Tigran (bos) tahu itu, atau Tigran (bos) yakin kami salah. (hal 51)
💗 "Kenapa sih dia (bos) harus ngetes kita terus? Kita kan satu institusi! Kalau dia tahu, ngomong dong! Capek gue kayak gini." (hal 51)
💗 Anak baru boleh ramah, asal jangan cari muka. (hal 55)
💗 Tempat untuk anak baru itu ditentukan dari seseru apa rahasia yang dia bawa. (hal 75)
💗 Apa yang sudah kamu kerjakan sampai kamu merasa pantas mengajukan cuti? (hal 82)

Sunday, January 4, 2026

Review Buku : Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

BY Maya Pratiwi IN No comments





Di Cover bukunya ada tulisan Mega Best Seller, sudah seharusnya kalau isinya bagus kan ya?

Tapi apa yang membuatnya bagus?

Jujur, ketika aku melihat buku ini di salah satu toko buku, yang membuatku tertarik bukan karena ia berada di deretan buku best seller tapi justru karena judulnya.


Kenapa pohon semangka? Apa yang menarik dari pohon semangka? Aku gak yakin semangka itu pohon, bukannya dia merambat? Kenapa tidak menjadi bunga matahari saja yang lebih populer? Bahkan di cover bukunya bisa kamu lihat sudah ada bunga matahari juga kan?

Dan yang menarik lainnya adalah karena penulisnya seorang Psikiater. Aku mencoba menebak kalau buku ini pasti ada hubungannya dengan mental health, self development, atau mungkin karena penulisnya psikiater mungkin isinya akan tentang bagian-bagian otak dan cara kerjanya, hormon manusia atau cara menghubungkan neuron otak?

Hehe sotoy.

Ya karena dari beberapa buku tentang mental health atau self development yang pernah kubaca, semuanya menceritakan tentang tips dan trik cara kita melakukan sesuatu atau menghadapi sesuatu, atau menceriatakan alasan saintifik dibalik kerja otak dan yaa pengetahuan-pengetahuan sejenis itu. Paham kan maksudku? Tapi buku ini sepertinya berbeda karena judulnya ada kata-kata "Seorang Wanita", seakan isinya menceritakan kisah seorang wanita. Iya gak sih?

Hhhmmmm kalau judulnya seperti itu sepertinya akan seperti novel yang menceritakan kisah seseorang ya? Tapi gimana ya cara penulis menyisipkan konten mental healthnya, self help atau self developmentnya atau apapun itu yang mencerminkan pekerjaan psikiater?

Loh kok makin sotoy.
Padahal dokter Tompi juga bikin lagu bukan tentang operasi plastik atau kisah melawan acne prone 😂.

Yaa begitulah.
Intinya sih dari kesemua hal itulah aku jadi penasaran sama buku ini.

Dan ternyata benar dong, ini kisah hidup seseorang! Tapi ada pesan-pesan mental healthnya gituu. Fix Menarik!

*spoiler alert*
Apakah seperti novel?
Ya mirip tapi kisah hidup wanita yang ingin jadi pohon semangka itu sebetulnya untuk membantu memberi konteks saja. Konten sesungguhnya memang fokus pada pesan-pesan berkaitan dengan mental health atau self help yang ingin disampaikan sama penulisnya, bukan fokus pada cerita hidup wanitanya. Jadi jangan kamu bayangkan buku ini sebagai novel yang akan full menceritakan kisah pemeran utama.

Apa isinya?
Secara umum menceritakan sesi konseling seorang wanita dengan dr Andreas. Karenanya, aku jadi paham konteksnya lagi ngomongin apa sih ini. Dan dari awal hingga akhir buku masih menceritakan kisah satu orang saja. Aku jadi dapet full story. 

Eh ada sih penggalan-penggalan kisah lainnya cuma ya balik lagi, kisah-kisah itu cuma ngebantu ngasih konteks saja biar pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah dicerna sama kaum-kaum kaya aku ini.

Jadi cerita awalnya ada seorang wanita yang dateng ke psikiater karena kecewa sama hidupnya. Lalu diceritakan juga cuplikan diskusi dan obrolan di ruang konseling yang disertai insight-insight dari dokter Andreas yang gak cuma membuka mata wanita itu tapi aku yakin membuka mata seluruh pembacanya. Hingga  akhirnya diceritakan bahwa si wanita ini bisa ngerasa hidupnya meaningful lagi. Semua rangkaian peristiwa itu diceritakan dengan runut, ringan dan menurut aku insightful banget.

Duh emang obrolan di ruang konseling dengan orang yang tepat itu seru banget deh!!💓

Kutipan menarik?
Ini beberapa kutipan yang semoga bisa membantu meyakinkanmu untuk baca buku ini juga. Aku coba kategorikan sendiri sesuai bagian yang aku rasa aku temukan di buku ini :

❤ Kecewa : Kalau hari-harimu terasa berat, memang "kita butuh orang jahat untuk disalahkan dalam hidup kita" (hal 38). Jangan cuma selesai disini, baca lagi kelanjutannya di buku dan aku yakin bisa mengubah caramu melihat masalahmu yang berat itu.
❤ Mencari bahagia : definisi bahagia dalam 3 kata, "Tiap orang berbeda" (hal 51), "Menemukan rasa takjub" (hal 61), "Menikmati jalannya waktu" (hal 66). Definisi mana yang menurut kamu pas banget?
❤ Menyesali hidup : "Maka berhentilah untuk melihat suatu pilihan sebagai baik atau buruk. Cobalah untuk melihatnya sebagai pilihan yang disadari atau tidak disadari" (hal 133). Part ini sungguh menampar.
❤ Bertahan : "Tidak apa, bila yang bisa kamu lakukan hanya bertahan. Seseorang sering disalahkan ketika seolah tidak melakukan apa-apa. Padahal, di dalam dirinya, dia melawan arus yang begitu kuat." (hal 165)
❤ Menerima : "Dalam filosofi Jepang, wabi-sabi mengajak kita untuk menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan." (hal 185)  Apa itu wabi-sabi? Baca sendiri deh di bukunya 😉. Tapi quote yang aku suka karena relate banget sama aku, "Kamu boleh jadi perfeksionis" (hal 186). Hahahaha, ini sih memvalidasi hobi dan beban hidupku sendiri. Cuma banyak syaratnya kalo kata dokter Andreas 😔.

Sudah, jangan terlalu banyak spoilernya. Aku janji kamu gak akan nyesel baca buku ini. Tapi jangan pinjem punyaku karena aku pelit.